PROYEK PAVING BLOCK DESA PENEN AMBURADUL

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Proyek pemasangan batu paving block di Desa Penen (Kec. Biru-biru) yang bersumber dari dana APBD Deliserdang dinilai tidak memuaskan. Hal itu terlihat dari ditemukannya sejumlah kejanggalan proyek yang bernilai ratusan juta rupiah itu.

Pantauan Sora Sirulo di lokai [Selasa 29/9], proyek sepanjang 2 X 200 meter dan 1 X 200 meter tersebut terkesan amburadul. Padahal, proyek yang dibangun di tengah pemukiman padat penduduk itu menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah, namun pengerjaannya dinilai asal jadi. Sayangnya, di sekitar lokasi tidak ada terpampang papan informasi menyangkut proyek tersebut.

Pak Sitepu (32) salah satu warga ketika dikonfirmasi di lapangan mengatakan kepada Sora Sirulo: “Paving block yang sudah terpasang disinyalir tidak sesuai dengan standar proyek. Paving yang dipakai sudah banyak yang hancur. Selain itu, paving block juga mulai retak-retak dan permukaannya banyak yang tidak rata. Begitu juga sisi pengikat paving block yang terlihat tidak rapi, bahkan terkesan seperti kekurangan semen antara celah satu dengan yang lainnya.” Masih kata warga tadi, sejumlah sampel paving block yang dipasang itu, ketika ditekan sedikit saja, sudah hancur. Apa lagi jika dilalui kendaraan bermotor. Bahkan, tak sedikit paving block yang terpasang sekarang sudah retak, sambungnya.

“Oleh karena itu, kami warga meminta kepada Bupati Deliserdang Amri Tambunan segera mengganti paving block yang telanjur dipasang. Hal ini semata agar, selain pekerjaan bisa bertahan lama, rakyat pun ikut menikmati sarana yang diberikan alias tidak menjadi proyek mubazir. Bila perlu, Bupati jangan membayarkan dana anggaran kepada pemborong nakal yang mengerjakan proyek ini. Supaya menjadi efek jera,” tuturnya mengakhiri. Pak Jul, selaku penanggungjawap proyek, ketika hendak dikonfirmasi, belum ada di lokasi. Ketika dihubungi melalui Ponselnya, nada dering masuk tapi tidak diangkat.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *