PEMERINTAH ACEH SEGERA CABUT IZIN SAWIT DI RAWA TRIPA

Penyelamatan 61.000 Ha Hutan Gambut mendesak.

Banda Aceh – Pemerintah Aceh diminta mengevaluasi semua izin perusahaan yang membuka perkebunan kelapa sawit di hutan gambut Rawa Tripa, di Kabupaten Aceh Barat Daya Provinsi Aceh. Hal tersebut harus dilakukan untuk menyelamatkan 61.000 hektare (ha) hutan gambut dari kerusakan.

Juru bicara Tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa (TKPRT), Irsadi Aristora, baru-baru ini mengatakan, pemerintah Aceh harus mengevaluasi semua izin perusahaan di kawasan Rawa Tripa. “Hutan gambut Rawa Tripa yang luasnya mencapai 61.000 ha bisa diselamatkan dari kehancuran akibat pembukaan perkebunan kelapa sawit,” ujar Irsadi.

Irsadi menambahkan, evaluasi yang harus dilakukan pemerintah Aceh adalah melihat semua prosedur perizinan yang mereka dapatkan sampai dampak lingkungan dari pembukaan perkebunan kelapa sawit, baik itu aspek sosial maupun fisik. “Pemerintah Aceh dapat membentuk tim khusus untuk mengevaluasi semua izin di Rawa Tripa,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, TM Zulfikar, menyebutkan, pemerintah Aceh harus menetapkan kawasan Rawa Tripa sebagai kawasan lindung secara formal dalam sebuah aturan pemerintahan, “Hal tersebut harus dilakukan untuk menyelamatkan Rawa Tripa dari kehancuran yang lebih parah. Selain itu, dengan status sebagai kawasan lindung, semua pihak tidak bisa merusak hutan tersebut,” ujarnya.

Zulfikar menyebutkan, saat ini ada beberapa perusahaan yang beroperasi di kawasan Rawa Tripa. Beberapa dari perusahaan tersebut bahkan ada yang telah mendapatkan izin konsesi sejak 1990-an. Sementara itu, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Krueng Aceh mengatakan siap mendukung pemerintah Aceh untuk mengembalikan kondisi hutan gambut Rawa Tripa yang tersisa seluas 16.000 ha.

“BP DAS siap mendukung jika memang pemerintah Aceh berkeinginan mengembalikan kawasan hutan yang tersisa di Rawa Tripa,” ujar Kepala BP DAS Krueng Aceh, Abubakar Cekmad.

Abubakar, yang juga mantan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, menyebutkan, hutan gambut Rawa Tripa penting untuk diselamatkan karena memberikan manfaat cukup besar bagi upaya penyelamatan lingkungan hidup di masa mendatang. “Rawa Tripa tempat tinggal beberapa jenis satwa dilindungi seperti orang utan dan satwa lainnya,” tuturnya.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *