JADWAL BERUBAH, PEMDA SELALU LAMBAT AJUKAN ANGGARAN PDT

MedanBisnis – Medan. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sumatera Utara (Sumut) Nuruddin Dalimunthe mengaku kecewa karena setiap tahun jadwal perayaan Pesta Danau Toba (PDT) selalu berubah. Hal itu membuat Pemda yang menjadi tuan rumah pelenyelenggara selalu lambat mengajukan anggarannya ke APBD Sumut.
Begitupun, untuk tahun ini dana untuk kegiatan PDT senilai Rp 4 miliar lebih sudah diajukan ke Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu). “Dana tersebut akan ditampung di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Sumut,” kata Nuruddin usai membuka konsepsi pembangunan dalam rangka penyusunan Travel Pattern 2012 di Sumut, Senin (24/9) di Grand Antares Medan. Acara ini dihadiri seluruh stokeholder pelaku pariwisata di Sumut dan instansi terkait lainnya.

Dikatakannya, tujuh kabupaten di pinggiran Danau Toba ini setiap tahun bergiliran sebagai penyelenggara, namun mereka kadang lupa mengajukan anggarannya di APBD Sumut sebelum ketok palu dilakukan.

“Untuk tahun 2013 misalnya, Pemda yang akan menjadi penyelenggara sudah mengusulkan anggarannya di APBD Sumut 2013, sebelum dilakukan ketok palu akhir tahun ini,” jelasnya seraya menuturkan untuk PDT tahun ini belum bisa dipastikan bulan berapa dirayakan.

Perayaan PDT itu diikuti, antara lain Kabupaten Simalungun (panitia pelaksana), Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, dan Tanah Karo.

Seringnya jadwal pesta danau toba berubah setiap tahunnya membuat Dinas Pariwisata Sumut sulit melakukan promosi. “Inikan event besar di Sumut, kalau jadwalnya terus berubah, sangat sulit bagi kami melakukan promosi ke luar propinsi Sumut maupun ke luar negeri,” jelasnya.

Dikatakannya, selain Danau Toba, potensi pariwisata lainnya di Sumut juga cukup menjanjikan. Misalnya, kawasan timur Sumut meliputi Langkat (orang utan di Bahorok/Taman Nasional Gunung Leuser), Sergai (Pantai Cermin, Pulau Berhala dan objek wisata bahari). Kemudian bagian barat Sumut meliputi Nias kepulauan ada wisata olahraga seperti surfing, loncat batu dan lain-lainnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Sumut, pihaknya sudah membuat program tahun 2013 yakni pengembangan nilai budaya, pengolahan kekayaan/keragaman budaya, pengembangan
pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi pariwisata dan pengembangan kemitraan.

“Untuk mendukung itu, serta mempromosikan pesta Danau Toba, kita menyelenggarakan Travel Pattern 2012 ini, yang gunanya menyusun suatu paket wisata yang berguna untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha pariwisata ataupun wisatawan langsung,” ucapnya.
(hisar hasibuan/rel)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *