BANYAK MAKAN BUAH DEMI JANTUNG

JAKARTA – Banyak mengunyah buah dan sayuran tinggi antioksidan dapat membantu Anda memotong peluang terkena serangan jantung. Namun, mengasup pil antioksidan tidak membawa manfaat yang sama.

Para peneliti Swedia memperkirakan, makan diet tinggi antioksidan, terutama yang berasal dari buah dan sayuran dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga seperempat. Hasil ini bertolak belakang dengan studi yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen antioksidan, seperti vitamin A, C, dan E berefek pada kesehatan jantung.

Mengutip Telegraph, Minggu (23/9), para peneliti Swedia percaya bahwa senyawa antioksidan yang berbeda dapat bekerja sama untuk melindungi tubuh dengan cara yang jauh lebih kuat daripada manfaat yang dicapai dengan mengambil dosis tunggal dalam jumlah besar.

Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa perempuan sepuh yang makan tujuh porsi buah dan sayuran setiap hari, 20 hingga 29 persen lebih kecil kemungkinannya terkena serangan jantung lebih dari satu dekade, ketimbang mereka yang makan hanya 2,4.

Departemen Kesehatan Inggris merekomendasikan setiap orang harus makan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran sehari.

Antioksidan adalah zat alami yang membersihkan molekul-molekul yang disebut “radikal bebas.” Radikal bebas mempercepat peradangan, merusak sel-sel, serta memicu kanker dan penyakit jantung.

Di awal penelitian, para peneliti menilai asupan antioksidan dengan melihat pola makan 30.000 perempuan Swedia berusia 49-83 tahun.

Dan, ternyata, perempuan yang paling banyak mengkonsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung dibandingkan mereka yang mengkonsumsi diet rendah antioksidan. Hasil ini diperoleh setelah memperhitungkan sejumlah faktor, sebut saja perbedaan usia, berat badan, dan kebiasaan merokok dan olahraga.

Para perempuan yang makan banyak buah dan sayuran juga cenderung makan lebih sedikit lemak jenuh. Ketika para peneliti menyesuaikan dengan asupan lemak, perbedaan tingkat serangan jantung meningkat menjadi 29 persen. Studi ini tidak melihat kematian secara keseluruhan.

Dr. Alicja Wolk, peneliti utama dari Karolinska Institute di Stockholm, mengatakan penelitian mereka kontras dengan tes suplemen antioksidan tunggal yang sebagian besar telah gagal menemukan bukti memotong serangan jantung atau tingkat kematian.

Pamela Hannley, Redaktur Pelaksana American Journal of Medicine yang menerbitkan studi, mengatakan: “Meskipun diet penurunan berat badan berlimpah, beberapa yang menekankan peningkatan asupan buah-buahan dan sayuran sebenarnya sudah berada di jalur yang benar.”

Namun, tidak semua ahli sepakat dengan teori bahwa antioksidan baik untuk kesehatan secara universal. Dua tahun silam, ahli jantung dari King College London mempublikasikan studi bahwa beberapa radikal bebas benar-benar bisa membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *