SOPIR BLUE BIRD DIPUKULI PENGEMUDI PUSKOPAU

PEKANBARU, KOMPAS.com –  Pengemudi taksi Blue Bird Pekanbaru, dipukuli oleh beberapa orang sopir taksi Puskopau di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, hari Sabtu (22/9/2012) petang. Bukan hanya memukul, beberapa sopir taksi yang selama ini memonopoli bandara itu juga menendang dan merusak taksi bernomor CD032 itu.

Kejadian yang berlangsung di gerbang pintu masuk dan keluar bandara itu sempat membuat kemacetan. Sementara para pengemudi Puskopau yang baru masuk ke bandara menyempatkan diri memarahi sang Pengemudi Blue Bird.

Seorang sopir yang dipanggil temannya dengan sebutan Babe bahkan sempat mengeluarkan mancis, mengancam akan membakar taksi biru metalik yang baru beroperasi di Pekanbaru tanggal 3 September lalu.

Kejadian tersebut bermula saat sopir Blue Bird mengambil sewa di dalam bandara. Ketika sopir Puskopau mencoba menghentikan, pengemudi BB tetap berjalan. Kejar kejaran akhirnya terjadi dan taksi BB tertahan di pintu keluar karena ada antrean kendaraan yang akan membayar parkir. Dengan nada mengancam kawanan sopir Puskopau meminta manajemen Bluebird untuk segera menyelesaikan masalah itu.

Uniknya, seorang polisi dari Polsek Bukitraya Pekanbaru, yang bernama Zulfikar, sempat menghampiri keributan itu. Namun dia tidak mengambil tindakan apapun. Zulfikar hanya bertanya ada kejadian apa, lalu dijawab sopir Puskopau tidak ada masalah.

Zulfikar kemudian berlalu. Saat menuju mobil patroli Polsek Bukit Raya seorang saksi mata memberitahu Zulfikar bahwa sopir taksi Blue Bird itu tadi dipukuli, pengemudi Puskopau.

Namun Zulfikar mengatakan, dia sudah bertanya kepada para pengemudi itu, namun disebutkan tidak ada kejadian apapun. “Kalau ada kejadian pemukulan, lapor saja pada polisi.Tadi saya sudah mau menyelesaikan, namun mereka tidak mau,” katanya.

Humas Blue Bird Teguh Wijayanto yang dihubungi secara terpisah mengungkapkan, pihaknya tidak dapat menerima pemukulan sopirnya. Menurut dia, negara ini negara hukum, dan tindakan main hakim sendiri tidak dapat diterima.

“Kalau sopir kami bersalah karena mengambil sewa si bandara, bukan berarti dia boleh dipukuli. Negara ini negara hukum. Kami akan laporkan masalah ini ke polisi agar ditindaklanjuti,” ujar Teguh.  sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *