PUTING BELIUNG TERUS ANCAM SUMUT

MEDAN – Badan Metrologi Klimitalogi  dan Geofisika (BKMG) Wilayah I memperkirakan terjadinya angin puting beliung pada bulan September dan Oktober di wilayah Medan pesisir timur Sumatera Utara yakni, Langkat, Binjai, Sergei dan daerah lainnya.

“Untuk wilayah Medan dan wilayah pesisir timur Sumatera Utara  (Sumut) lainnya seperti Langkat, Binjai, Sergei dan daerah lainnya perlu diwaspadai adanya terjadi angin puting beliung pada bulan September dan Oktober ini,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, hari ini.

join_facebookjoin_twitter

Dia menambahkan, kalau angin kencang yang menimpah wilayah Medan dan pesisir timur Sumut dengan kecepatan angin 30 knot. Untuk itu warga Medan dan pesisir timur Sumut perlu meningkatkan kewaspadaannya untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain wilayah Medan dan pesisir timur Sumut, Lanjut Hendra, daerah Sumut lainnya juga perlu meningkatkan kewaspadaannya untuk tehadap terjadinya angin kencang meskipun persentasenya kecil. “Daerah Sumut yang  lain sangat  berpotensi terjadinya angin puting beliung dan hanya persentasenya kecil,” katanya.

Selain Angin Kencang, Hendra juga mengatakan curah hujan untuk wilayah Medan  juga perlu diwaspadai pada bulan ini, karena curah hujan sangat tinggi dan intensitas hujan meningkat akibatnya dapat menimbulkan banjir dikota Medan. “Dan juga perlu diwaspada banjir kiriman yang datang dari gunung,” ucapnya. Sementara untuk daerah pegunungan perlu adanya kewaspadaan karena terjadi longsor akibat hujan yang deras.

Sejak beberapa bulan lalu, potensi angin kencang di wilayah Sumut sudah terdeteksi. Sebagaimana diutarakan Staf Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Nora Valencia yang dihubungi di Medan, mengatakan curah hujan tersebut dapat bersifat lokal jika turun pada siang hingga sore hari.

Namun jika turun pada sore hingga malam hari, diperkirakan bersifat menyeluruh atau terjadi di hampir seluruh daerah. “Intensitasnya mulai ringan hingga lebat,” katanya. Disebabkan masih kuatnya pemanasan lokal, curah hujan tersebut berpeluang disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, BMKG Wilayah I Medan memperkirakan kecepatan angin tersebut dapat mencapai 30 knot atau 54 kilometer per jam. Peluang hujan yang disertai petir dan angin kencang tersebut muncul karena adanya gangguan cuaca berupa tekanan rendah, terutama di wilayah pantai barat.

Meski berpeluang hujan, tetapi BMKG Wilayah I Medan memperkirakan suhu di Sumut tetap masih panas, terutama pada siang hari. Untuk di perkotaan, suhunya dapat mencapai 35 derajat celcius. “Sedangkan di pegunungan suhunya maksimal 29 derajat celsius,” kata Nora.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *