MOBIL LAYANAN INTERNET DIIDOLAKAN SISWA

BALIGE – Tiga unit mobil pusat layanan internet yang dioperasikan melayani masyarakat di sejumlah desa terpencil di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, diidolakan siswa sihingga selalu dipadati siswa yang ingin mengakses internet secara gratis.

“Mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK) itu dioperasikan guna memudahkan masyarakat di wilayah yang masih sulit dijangkau jaringan telepon sebagai upaya mengatasi kesenjangan digital antara pusat kota dan daerah terpencil,” kata Kabid Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan Toba Samosir Marnaek Parhusip di Balige, hari ini.

Menurut dia, hampir di setiap desa yang dikunjungi mobil layanan internet bantuan dari APBN yang memiliki enam unit laptop itu mendapat perhatian tinggi dari warga, terutama siswa yang ingin memanfaatkan akses internet secara lebih leluasa.

Dikatakan, animo warga cukup besar untuk mengetahui perkembangan lebih jauh tentang teknologi informasi melalui perangkat yang menggunakan saluran satelit tersebut dibuktikan banyaknya siswa memadati mobil layanan internet itu.

Marnaek mengatakan pengoperasian ketiga unit mobil itu, pada prinsipnya dimaksudkan untuk melayani akses internet, meski dalam wilayah yang sama sekali tidak ada jaringan, sebab telah dilengkapi perangkat komputer laptop, personal computer serta ditunjang fasilitas modem, televisi dan audio visual lainnya.

“Secara rutin, ketiga mobil tersebut dijadwalkan melayani masyarakat pada 16 kecamatan di Kabupaten berpenduduk sekitar sekitar 175.277 jiwa itu, terutama yang masih kesulitan akses internet atau jaringan telepon,” ujarnya.

Idealnya, kata Marnaek, tiap Kecamatan perlu memiliki satu unit mobil layanan internet, agar masing-masing kecamatan dapat menggunakan fasilitas dimaksud secara optimal.

Tapi, lanjutnya, akibat keterbatasan yang dimiliki, ketiga unit MPLIK tersebut hanya bisa dimanfaatkan setiap kecamatan secara bergilir, hingga semua wilayah bisa dikunjungi secara merata.

Dia berharap, fasilitas yang dimiliki MPLIK secara khusus dapat dimanfaatkan para siswa, agar mereka mempunyai pemahaman lebih luas tentang internet dan mampu menutup kesenjangan digital antara perkotaan dengan pedesaan.

“Semua warga, juga dapat menggunakannya secara optimal sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi, karena teknologi internet dapat mempengaruhi perkembangan bisnis, terutama di daerah terpencil yang punya potensi ekonomi,” kata Marnaek.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *