TITIK RAHASIA KUALITAS KOPI

Kualitas biji kopi yang baik kuncinya terletak saat pasca panen.

VIVAlife – Banyak cara untuk menikmati kopi. Tapi untuk membuat kopi nikmat dibutuhkan pengetahuan cukup. Kenikmatan secangkir kopi tak hanya terletak dari sebuah teknik dan juga kualitas biji kopi. Menurut Dian, Owner Philocoffee Project, untuk menentukan kualitas biji kopi yang baik kuncinya terletak saat pasca panen. Dibutuhkan waktu yang panjang dalam proses ini. Sebelum proses pengupasan, kopi akan mengalami tahap penjemuran terlebih dahulu.

Dalam proses penjemuran, kopi mengenal dua tahapan, yakni kering (dry process) yang menjemur kopi tanpa difermentasi dahulu. Yang kedua adalah basah (wet process) yang mengharuskan kopi difermentasi dahulu selama 24 sampai 72 jam.

Setelah itu kopi masuk ke proses penyangraian (roasting). Proses ini dapat meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi. Tak hanya kualitas, petani ‘nakal’ juga banyak menggunakan trik ini untuk menjual biji kopi yang rusak. Semakin lama waktu roasting biji kopi yang dihasilkan akan semakin hitam dan pahit. Ini menjadi alasan mengapa kita mengenal pahit itu kopi dan manis adalah gula.

Sebenarnya ada satu proses tambahan yaitu dekafeinasi atau proses penghilangan kafein. Dekafeinasi dilakukan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh.Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.

Sebelum espresso dan alat penyeduh kopi manual hadir, di Indonesia, dalam hal ini di Jakarta, kopi biasa dinikmati dengan cara tubruk, dan saringan berbasis kain. Saat ini sudah banyak mesin kopi espresso dan peranti penyeduh kopi manual seperti vietnam drip, french press, moka pot, syphon, pour over, dan lain sebagainya.
sumber: life.viva

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Teknologi Tepat Guna, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *