TERSANGKA KORUPSI RSJ LAMPUNG DIPERIKSA SELAMA TUJUH JAM

BANDARLAMPUNG–MICOM: Mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Kurungan Nyawa Lampung Lili Sumardi, 51, menjalani pemeriksaan selama tujuh jam oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“Ini pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka. Sebelumnya telah dimintai keterangan sebagai saksi Kasyanto, 52, yang pada saat itu menjabat sebagai bendahara di rumah sakit tersebut. Pertanyaan yang diajukan 30 butir,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung M Teguh, Kamis (20/9).

Pemeriksaan ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Dia mengatakan, hingga hari ini tersangka belum ditahan, karena masih menunggu pengajuan dari tim penyidik, dan jika memang dianggap perlu maka akan dilakukan penahanan terhadap tersangka itu.

“Kemungkinan akan ada saksi baru, karena tersangka mengeluarkan keterangan baru,” ujar dia lagi.

Sebelumnya, tersangka lainnya, Kasyanto, telah diperiksa pada Rabu (19/9) terkait statusnya sebagai saksi atas mantan direkturnya itu.

Bambang Hartono, kuasa hukum dari tersangka Lili, mengungkapkan, hari ini pemeriksaan selesai sore karena kliennnya ingin mengambil dokumen

tentang pengeluaran dana Jamkesmas.

Dokumen tersebut dibawa oleh mantan bendaharanya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada Senin (24/9), karena jika besok hari dianggap pendek waktunya,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Kejati Lampung telah menetapkan dua tersangka atas dugaan kasus penyimpangan penggunaan anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahun 2010 pada RSJD Kurungan Nyawa Provinsi Lampung.

Kejati Lampung menetapkan dua tersangka yakni mantan direktur RSJD Lampung Lili Sumardi dan Bendahara Kasyanto karena dinilai melakukan tindak pidana yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp456 juta.

Berdasarkan hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp456 juta dan telah dijadikan alat bukti.

Dana yang dikucurkan untuk program Jamkesmas tersebut adalah sebesar Rp2 miliar. Namun, penggunaan anggaran tersebut tidak sesuai dengan yang harus dipertanggungjawabkan. (Ant/OL-12)
sumber: mediaindonesia

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *