TAK RELA DIKLAIM MALAYSIA, 2.000 ORANG TARIKAN TOR-TOR

Untuk pecahkan rekor MURI, menarikan Tor-Tor dengan peserta terbanyak.

VIVAnews – Panas hati dan marah, itu yang dirasakan masyarakat Indonesia saat mendengar kabar Tari Tor-tor dan Gondang Sembilan, akan dimasukkan sebagai warisan budaya Malaysia. Hubungan dengan negeri jiran pun kembali memanas.

Namun, ada dampak positif dari klaim tersebut, bangsa Indonesia makin menghargai seni dan budaya warisan nenek moyang. Tor-tor yang sebelumnya hanya dikenal di kalangan masyarakat Batak, menjadi milik bersama rakyat Indonesia.

Masih ada kaitannya dengan ribut-ribut klaim Malaysia, hari ini, sebanyak 2.000 orang ibu Bhayangkara Kepolisian Daerah Sumatera Utara sukses memecahkan rekor menari Tor-tor dengan peserta terbanyak.

Acara yang digelar di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu 22 september 2012 itu terkait peringatan Hari Kesatuan Gerakan Bhayangkari ke-61.

Gelaran Tari Tor-tor massal tersebut bertujuan untuk mengembalikan kecintaan anak bangsa terhadap kebudayaan lokal yang semakin lama terkikis. Selain itu, upaya tersebut untuk memecahkan rekor MURI dengan menarikan Tor-Tor dengan peserta terbanyak.

“Saya prihatin, belakangan generasi muda kita sudah mulai meninggalkan kebudayaan daerah dan lebih membudayakan budaya impor. Padahal, orang asing sendiri sangat menyukai kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Contohnya saja Malaysia yang pernah mencoba mengklaim Tor-tor,” ujar Mutiara, ketua keluarga Ibu Polda Sumut, yang juga istri Kapolda, Wisjnu Amat Sastro.

Saat musik pengiringnya dibunyikan, para peserta yang sudah membuat barisan berupa lingkaran mulai menggerakkan tubuhnya, menari Tor-tor. Para peserta mengenakan busana adat Batak dan lengkap dengan kain Ulos.

Rekor MURI menari Tor-tor dengan jumlah orang terbanyak sebelumnya dipegang oleh Naposo Bulung Batak dengan jumlah peserta mencapai 1.143 orang pada 2010. (art)
sumber : vivanews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *