SAYUR IMPOR SERBU PASAR LOKAL

MEDAN – Impor sayur-mayur Sumatera Utara pada 2012 naik tajam sebesar 39,20 persen atau menjadi 36.886 ton menyusul bertambah pesatnya bisnis hotel dan restoran di daerah itu di tengah produksi lokal yang juga belum mencukupi.

“Pada Januari-Juli 2011 impor sayur-mayur Sumut masih 22.457 ton, sementara periode sama tahun ini sudah 36.886 ton,” kata Kepala Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Pendi Dewanto di Medan, hari ini.

Naiknya volume impor otomatis meningkatkan nilai impor sebesar 26,12 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu atau menjadi 25,180 juta dolar AS.

Sayur impor itu antara lain bawang merah, bawang putih, wortel, jamur, cabai, bayam, kentang, dan termasuk kacang kapri. Impor sayur-mayur Sumut terbesar dari China, Thailand, Australia, India, Ethiopia, Malaysia, Vietnam, Inggris, Kenya, dan bahkan Amerika Serikat.

Selain sayuran, Sumut juga banyak mengimpor buah-buahan, alpukat dari Malaysia, jambu dari Thailand, mangga dari Taiwan, Thailand, dan Afrika Selatan, jeruk dari Taiwan, China, Singapura, Pakistan, Australia, Argentina, dan Brazil.

Pengamat ekonomi Sumut, John Tafbu Ritonga, menyebutkan, pembatasan impor hortikultura atau sayur dan buah-buahan seperti yang direncanakan pemerintah harus segera dilakukan. Alasannya, kata dia, hortikultura lebih banyak dihasilkan petani.

Kalau volume dan pintu masuk hortikultura tidak dibatasi, maka hasil petani semakin sulit bersaing. Produksi petani yang belum stabil, dengan mutu yang kurang memenuhi ketentuan dan biaya produksi yang tinggi, katanya, membuat produk lokal cenderung kalah bersaing dengan komoditas impor.

Selain mengatur tata-niaga impor, kata dia, pemerintah perlu serius membina petani dalam mengembangkan hortikultura itu. Kalau harga jual menjanjikan, katanya, pasti petani berminat menekuni bisnis itu sehingga produksi yang masih rendah dewasa ini bisa ditingkatkan sehingga ketergantungan impor juga dapat ditekan.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *