PILGUB LAMPUNG 2013 RUGIKAN RAKYAT POLRESTA UNGKAP JARINGAN

Gubernur Lampung menentang pilgub tahun depan dengan alasan hanya menguntungkan KPU dan dirinya.

BANDAR LAMPUNG – Rencana pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Lampung tahun 2013 tidak semulus daerah lainnya. Pasalnya, Gubernur Lampung menentang pilgub tahun depan dengan alasan hanya menguntungkan KPU dan dirinya, tetapi merugikan rakyat karena pemborosan anggaran.

Sebelumnya KPU Lampung sudah menetapkan pelaksanaan pilgub Lampung pada 2 Oktober 2013 dengan rencana biaya Rp 150 miliar untuk putaran pertama dan Rp 40 miliar untuk putaran kedua.

Kepada wartawan di Bandar Lampung, Rabu (19/9), Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengungkapkan, seandainya pilgub dilaksanakan 2013 maka yang diuntungkan adalah dirinya dan juga KPU. Ini karena dengan jabatannya saat ini sebagai gubernur akan menguntungkan calon yang didukungnya.

“Saya tinggal bilang saja pilih calon saya,” ujar gubernur.

KPU juga diuntungkan, sebab dengan pelaksanaan pilgub 2013 maka jabatan komisioner KPU periode 2008-2013 akan diperpanjang sampai pelaksanaan pemilu 2014. Karena itu, Sjachroedin berharap penetapan pilgub harus dilihat untung ruginya.

Seandainya dilaksanakan 2015, yang diuntungkan adalah rakyat karena akan menghemat anggaran, karena pelaksanaannya bisa disatukan dengan pilkada delapan kabupaten/kota. Ini karena yang menanggung anggaran tidak hanya provinsi, tapi juga kabupaten/kota.

Keuntungan lainnya, tidak terjadi “kutu loncat” jabatan. Para tokoh terpaksa harus memilih mau mencalonkan diri di pilgub atau pilkada. “Dengan begitu tidak ada lagi yang loncat-loncat, dan juga pilihan calon semakin sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono mengatakan, KPU Pusat mendukung KPU Lampung menggelar pemilihan gubernur tahun 2013 bersama tiga provinsi lain. Ketiga provinsi yang akan menggelar pilgub 2013, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sama halnya dengan KPU Lampung, KPU di tiga provinsi itu juga sudah menetapkan jadwal pilgub dan menyelesaikan rencana seluruh tahapannya.

Menurut Nanang, pihaknya sudah mengikuti rapat koordinasi di KPU Pusat bersama KPU lain yang akan menggelar pilgub. “Hasil koordinasi kami, KPU Pusat mendukung KPU Lampung untuk tetap menggelar pilgub pada 2 Oktober 2013,” katanya.

Nanang mengatakan KPU Jawa Barat dan Jawa Tengah tidak memiliki persoalan, mengingat masa jabatan gubernur berakhir pada 2013. Provinsi yang hampir sama dengan Lampung adalah Jawa Timur yang masa jabatan gubernurnya berakhir pada 2014.

Dalam rakor tersebut diputuskan Pilgub Jawa Timur digelar pada 29 Agustus 2013. “Jawa Timur saja sudah menyelesaikan tahapan, masak Lampung tidak boleh,” jelasnya.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *