PERHATIAN BAGI BUDAYA PAKPAK CUKUP BESAR

Sidikalang, (Analisa). Bupati Kabupaten Dairi, KRA Johnny Sitohang ditemui di Sidikalang, Kamis (20/9) mengatakan, perhatian terhadap budaya Pakpak selaku etnis lokal dinilainya cukup besar.
Dia sendiri, sangat bangga atas kekayaan itu sekaligus menguatkan Bhineka Tunggal Ika. Di samping itu, warga pendatang juga sangat menghormati kearifan lokal. Terbukti, kerukunan terjalin baik atas dorongan para pemuka yang bergandeng tangan bersama pemerintah dan stake holders.

Menurut Sitohang, sangat banyak fakta keseharian menggambarkan betapa pemerintah mencurahkan hati dan fikiran terhadap budaya Pakpak. Pertama, sajian tahunan di Pekan Raya Sumatera Utara, legenda dan tarian serta item terkait senantiasa dikedepankan. Bukan tidak boleh ditampilkan tortor atau seni lain. Agar jati diri tersebut tetap melekat serta dipromosikan ke banyak kalangan, ciri itu selalu dikumandangkan.

Kedua, bahwa pemerintah menyambut tamu kehormatan diawali tradisi . Juga, telah menetapkan kalender tahunan pagelaran Pesta Njuah-juah. Bulan oktober mendatang acara serupa didesain lebih apik. Di sana, seluruh pegawai negeri sipil diwajibkan mengenakan pakaian adat setempat. Dari sisi finansial, pegawai sudah menggelontorkan sejumlah uang sebagai wujud kecintaan. Dan, kegiatan itu menyediakan ruang dan waktu penuh kepada seniman dan tokoh untuk melaksanakan ritual dan unjuk keterampilan. Kalau dikalkulasi, lumayan besar alokasi anggaran untuk perayaan itu.

Di sisi lain, donatur menyediakan kemeja kuning bercorak rumah adat. Pakaian tersebut dikenakan setiap hari Kamis. Artinya apa, setiap momen, diupayakan jangan lekang dari peradaban. Jadi, sangat tidak masuk akal bila ada oknum tertentu menuding dirinya abai. Itu sungguh tidak beralasan. Dari sisi penempatan pejabat, sejumlah figur juga diberi kapasitas ideal. Bahkan, kursi Wakil Bupati diamanahkan kepada Irwansyah Pasi SH.

“Memberi saran dan masukan itu sangat baik. Dan itu kontribusi. Namun bila ada aspirasi, janganlah mendikte apalagi memaksakan” ujar Sitohang.

Seputar atensi PT Dairi Prima Mineral (DPM) kepada pemegang hak ulayat, pejabat yang juga Ketua DPD partai Golkar ini menandaskan, sedari awal, investor selalu menunjukkan komitmen penghormatan. Sodip atau doa bersama sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Manajemen dan pejabat juga diulosi. Atas mediasi pemda, perusahaan telah menyampaikan sejumlah uang merespons tuntutan warga. Nah, kalau marga tertentu atau kelompok tertentu juga merasa berhak, idealnya diajukan kepada penerima sebelumnya. Kalau dihitung, realisasi itu telah mencapai ratusan juta.

Investor memenuhi kesepakatan untuk memperbaiki ruas jalan Parongil- Sidikalang serta membuka inner road Huta Rakyat-Sidiangkat. Miliaran rupiah dana perusahaan dialkosikan ke sana. Akses transportasi tersebut kini dimamfaatkan publik. (ssr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *