PEMKO TANJUNGBALAI TUNGGU HASIL AMDAL TUTUP GALIAN C ILEGAL DI DAS SEI SILAU

Tanjungbalai, (Analisa). Pemko Tanjungbalai menunggu hasil pemeriksaan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dari Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumut, untuk menutup kegiatan galian C ilegal yang tersebar di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Silau Tanjungbalai.
Hal itu diperlukan, karena kegiatan galian C di DAS Sei Silau merusak jalur hijau yang menjadi kawasan resapan air.

“Selain menyurati Dinas PU Pengairan Sumut, kami juga sedang menunggu hasil pemeriksaan Amdal dari Bapedalda Sumut terkait penggunaan DAS sebagai kawasan galian C, namun sebelum itu akan dilakukan penertiban secara terpadu terhadap aktivitas galian C di sepanjang sungai Silau,” ungkap Sekdakot Tanjungbalai Erwin S Pane, terkait perintah penutupan galian C ilegal dari Walikota Tanjungbalai Drs H Thamrin Munthe MHum, Jumat (21/9)

Sekdakot mengatakan, saat ini tim terpadu Pemko Tanjungbalai sedang melakukan pengawasan terhadap aktivitas di beberapa lokasi galian C ilegal. Namun, tim tidak bisa menutup kegiatannya sebab belum ada hasil pemeriksaan Bapedalda terhadap dampak lingkungan. Diakui, kegiatan itu secara lahir terbukti merusak beberapa fasilitas umum seperti benteng dan jalan bahkan jalur hijau DAS Sei Silau.

Tapi, untuk menutup usaha itu diperlukan surat dari pihak Pemprovsu, sebab kawasan itu merupakan wilayah dari Dinas PU Pengairan Sumut.

“Nanti kita coba menertibkan dengan memberikan peraturan, pasir harus diangkat setelah dikeringkan dan tidak boleh membuat kolam di tepi benteng, menutup pasir saat diangkut truk dan sebagainya agar tidak mengganggu orang lain,” katanya.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pemko Tanjungbalai Nurmailini kepada wartawan mengatakan, pihaknya sedang mengupuyakan hasil penelitian terhadap dampak lingkungan dari kegiatan galian C ilegal di Sei Silau. Untuk itu, dibutuhkan anggaran yang nanti akan membiayai tim ahli dalam melakukan riset.

“Mungkin tahun depan penelitian terhadap dampak lingkungan galian C itu sudah dapat dilakukan, sebab telah diusulkan dalam APBD 2013 dan hasilnya nanti diharapkan dapat menjadi bahan untuk pengaturan kegiatan galian C di Tanjungbalai,” katanya. (gsp)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *