PASCA TERUNGKAPNYA KASUS REKONDISI BLACKBERRY, PENJUALAN BLACKBERRY TURUN 80 PERSEN

Medan, (Analisa). Pasca terungkapnya kasus rekondisi atau daur ulang Blackberry, jumlah penjualan Blackberry di Kota Medan mengalami penurunan hingga 80 persen.
“Sekarang penjualan sudah menurun. Penurunannya dimulai sejak seminggu yang lalu pasca pemberitaan adanya temuan Polda Sumut terhadap rekondisi Blackberry,” ucap Yanti, salah satu pemilik gerai di Plaza Millenium, Jalan Kapten Muslim Medan, Jumat (21/9).

Bukan hanya Yanti, sejumlah gerai Blackberry juga meresahkan penuruan jumlah penjualan tersebut.

“Imbasnya sekarang sama kami. Padahal kami selalu menjual barang baru dan bergaransi resmi baik dari RIM maupun garansi nasional,” ucapnya.

Pantauan Analisa di pusat penjualan barang elektronik dan ponsel tersebut, sejumlah penjual tingkat ritel mengaku, angka penjualan ponsel pintar itu terus anjlok. Bahkan, dalam sehari para penjual hanya bisa menjual satu unit Blackberry. Padahal, dalam beberapa bulan terakhir ponsel ini yang paling banyak diburu warga.

Dikatakan para pedagang bahwa omzet penjualan mereka juga turut anjlok. Rata-rata, dalam sepekan ini omzet penjualan Blackberry turun hingga lebih dari 50 persen.

Menurut pedagang, jika keadaan seperti ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin dalam satu atau dua pekan ke depan harga Blackberry di Medan bakal anjlok dan membuat pedagang mengalami kerugian.

“Sekarangpun kami agak ragu-ragu untuk menawarkan Blackberry kepada calon pembeli,” kata Rahmad yang juga pedagang.

Untuk menghindari kerugian, para pedagang mulai mengalihkan pembeli pada Android.

Selain itu, para penjual juga lebih mengandalkan penjualan Blackberry seken untuk menutupi biaya operasional. Jika tak begitu, bukan tidak mungkin para pemilik gerai akan semakin merugi lantaran biaya operasional yang cukup tinggi.

Rata-rata, dalam satu gerai mempekerjakan dua hingga empat karyawan. Blackberry, sebagai salah satu ponsel yang paling banyak diburu merupakan andalan para pemilik gerai untuk memperoleh penghasilan yang kemudian digunakan untuk membayar gaji karyawan. Kira-kira, sekira 60 persen penjualan didominasioleh Blackberry.

“Sekarang lebih cari yang aman-aman saja. Apalagi kedepannya Android lebih canggih,” ujar Eka yang khawatir membeli Blackberry. (ns)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *