MEDIASI ISU BEGU GANJANG DOLOK MASIHUL TAK ADA SOLUSI

Dolok Masihul, (Analisa). Mediasi antara keluarga Andiana br Sagala (65) yang dituduh memelihara begu ganjang dengan warga Dusun VI, Sinurat, Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, gagal menemukan solusi.
Tim mediasi dihadiri Kapolres Serdang Bedagai, AKBP.Arif Budiman, Kakan Kesbang Linmaspol Sergai, Drs. Ramses Tambunan mewakili Pemkab Sergai, Ketua FKUB Sergai, Drs.H.Irfan El Fuadi Lubis, Pendeta H.Gultom, Kasat Intel, Drs.H.Sugiaono, Camat Tebing Tinggi, Drs.Dimas Kurnianto, Kapolsek Dolok Masihul AKP.Zuhari di kantor camat Dolok Masihul, Jumat (21/9) gagal dan pihak warga tetap bersikeras mengusir keluarga tersebut keluar dari desa

Rapat mediasi dihadiri seratusan warga Dusun I Sinurat, Desa Blok 10 didampingi Kepala Desa Blok 10, Subur dan Kepala Dusun, Josep Demus Tamba, tanpa menghadirkan keluarga Andiana br Sagala yang telah diungsikan ke salah satu rumah keluarga di desa tetangga.Mediasi yang dibuka oleh Camat Dolok Masihul, Dimas Kurnianto yang memaparkan terjadinya peristiwa tersebut dari awal hingga berujung nyaris terjadinya tindakan anarkis dari pihak warga terhadap keluarga korban, sehingga pihak Muspika untuk sementara terpaksa mengungsikan korban.

Padahal Kapolres Sergai, Kakan Kesbanglinmaspol Sergai, serta Kapolsek Dolok Masihul telah memberikan pengarahan namun tetap tidak diterima warga, bahkan bimbimbang rohani yang diberikan Pendeta H.Gultom juga tidak mampu meredamkan emosi warga.

Bahkan melalui perwakilannya Warga Dusun VI, Sinurat, KP.Tamba, Rumita br Tamba, serta H.Sinurat tetap mendesak keluarga tersebut segera meninggalkan desa dan menjual tanah tersebut,” Jika keluarga A br Sagala tidak juga meninggalkan dusun Sinurat dan Desa Blok 10 apa kami semua yang harus pergi dari dusun kami, karena sejak kepergian mereka kami sudah tenang dan tidak khawatir lagi,” imbuh KP.Tambah.

Ditambahkannya, karena sebelum digelar ritual oleh paranormal, Boru Sitorus dari Simalungun seluruh warga Dusun Sinurat telah bersepakat dan menandatangani pernyataa siapa yang terbukti memelihara begu ganjang dirinya harus meninggalkan desa, termasuk keluarga A br Sagala ikut menandatanganinya, sehingga sudah menjadi ketentuan. Sementara itu Kapolres Sergai, AKBP.Arif Budiman dan Kakan Kesbanlinmaspol Sergai, Drs.Ramles Tambunan menegaskan bahwa A br Sagala telah membuat laporan resmi ke Polres Sergai, Rabu (19/9) atas tuduhan fitnah dan tentunya sebagai warga negara pengadua beliau harus tetap diproses sedangkan untuk membuktikan tuduhan warga sulit secara hukum.

Dalam mediasi tersebut disepakati sembari mencari solusi terbaik warga harus turut menjaga rumah keluarga A br Sagala, kalaupun tidak jangan merusaknya dengan tetap menjaga situasi tetap kondusif dan setelah sepakat warga dengan tertib meninggalkan kantor Camat Dolok Masihul.

Peristiwa berawal dalam beberapa tahun terakhir, terparah dua bulan terakhir sering terjadi kematian yang menimpa empat warga Dusun Sinurat terakhir empat warga meninggal berturut-turut yang sebagian besar anak-anak dengan tidak wajar dengan cara sakit mendadak, kecelakaan hingga mati suri.

Hingga akhirnya, Selasa (18/9) sore saat digelar ritual, sang paranormal menuju salah satu rumah dengan menemukan beberapa barang yang menurutnya sebagai bukti pemelihara begu ganjang ruamh tersebut milik A br Sagala hingga emosi warga memuncak hingga terjadi pengusiran secara paksa terhadap A br Sagala dan keluarganya. (chair)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *