JASA MARGA-PEMPROVSU BENTUK KONSORSIUM PEMBANGUNAN TOL KUALA NAMU-TEBING TINGGI

Medan, (Analisa). PT Jasa Marga mengajak BUMD dan investor lokal untuk bergabung membentuk konsorsium pembangunan Jalan Tol Kuala Namu-Tebing Tinggi.
“Pada prinsipnya kami tidak ingin Sumut hanya menjadi penonton. Karena itu kita harus bersama membangun komitmen dalam memperjuangkan proyek yang strategis ini,” kata Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Abdul Hadi dalam konfrensi persnya usai rapat pembahasan Bussines Plan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi di kantor Gubsu, Jumat (21/9).

Abdul Hadi berharap Pemrov Sumut bisa menginisiasi secepat mungkin beberapa investor lokal dan BUMD untuk dapat bergabung bersama Jasa Marga dalam mengikuti prakualifikasi tender yang rencananya akan dilakukan pada 28 November mendatang oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Jasa Marga sendiri sudah menyiapkan anggaran sebagai kebutuhan modal saham untuk pembangunan Jalan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi.

Jika konsorsium antara PT Jasa Marga dengan kontraktor lokal terbentuk, diyakininya akan bernilai strategis dalam pengelolaan dan pengembangan jalan tol. Bahkan bila perlu proyek Jalan Tol Medan – Kuala Namu yang sudah ditenderkan ke perusahaan China bisa diambil alih mengingat hingga saat ini belum juga memulai pembangunan meski pembebasan lahan sudah berjalan.

Optimis

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengaku optimis banyak investor lokal yang bersedia ikut berinvestasi dalam pembangunan Jalan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi. Apalagi sebagian besar pembebasan lahan sudah selesai dilakukan karena lebih banyak menggunakan lahan perkebunan. Jadi, pembangunan sebenarnya sudah bisa langsung dikerjakan.

Gatot berharap pertemuan dan pembahasan mengenai percepatan pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi tidak berhenti begitu saja di atas meja. Dia mengingatkan PT Jasa Marga untuk mulai lebih memperhatikan pembangunan jalan tol di luar Jawa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis menambahkan Sumut siap menampung tawaran PT Jasa Marga.

Bahkan segera membentuk tim untuk merekrut calon investor lokal dan BUMD serta memaparkan prospek pembangunan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi di Jakarta pada 5 Oktober mendatang. Setelah itu akan segera melengkapi semua persyaratan guna mengikuti prakualifikasi tender pada 28 November.

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Bina Marga MA Effendi Pohan itu akhirnya menghasilkan empat kesimpulan percepatan pembangunan Tol Kuala Namu-Tebing Tinggi. Terutama dalam hal pembebasan lahan yang harus dipercepat. Dari paparannya tersebut, realisasi lahan untuk Jalan Tol Kuala Namu – Tebing Tinggi hingga saat ini sudah bebas 138,9 hektar atau 57,02% dari total kebutuhan lahan 243,67 hektar.(ir)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *