ANOMALI CUACA RUSAK PRODUKSI BAWANG

MEDAN – Sumatera Utara semakin tergantung dengan bawang merah impor akibat anomali cuaca yang semakin menyebabkan produksi terganggu di tengah kebutuhan yang semakin meningkat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno di Medan, mengatakan, pada Januari -Juli, impor bawang merah Sumut mencapai 7,8 juta kg dari periode sama tahun lalu yang hanya 578.508 kg. Impor bawang merah Sumut itu datang dari Vietnam, Thailand dan India.

Didampingi , Suharno mengungkapkan, kenaikan volume impor bawang merah itu otomatis memperbesar nilai impor komoditas tersebut hingga Juli sebesar 3,954 juta dolar AS.

Nilai impor itu juga naik drastis dibanding bulan sama tahun lalu yang hanya 246.981 dolar AS. Kepala Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Sumut, Pendi Dewanto mengatakan, impor bawang merah terbesar Sumut dari Thailand.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Sumut Lusyantini mengakui, peningkatan produksi bawang merah Sumut masih kalah cepat dibandingkan kebutuhan yang naik pesat. Produksi bawang merah hingga Juli tahun ini sekitar 7.186 ton dari 11 kabupaten penghasil di Sumut.

“Simalungun masih menjadi produsen terbesar.Pemprov Sumut berupaya terus meningkatkan produksi bawang merah guna menekan ketergantungan terhadap impor,” katanya, hari ini.

Selain untuk menekan ketergantungan impor, peningkatan produksi juga dilakukan sebagai upaya menstabilkan harga jual.

“Harus diakui bawang merah sering menjadi pemicu kenaikan inflasi.Jadi pemerintah menaruh perhatain serius untuk pengembangan tanaman itu,”katanya.

Dia mengakui dewasa ini pengembangan bawang merah dan tanaman hortikultura lainnya sedikit terganggu dengan terjadinya anomali cuaca.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *