3.000 HEKTARE TANAMAN KACANG KEDELAI DI BIREUEN GAGAL PANEN

BIREUEN–MICOM: Sekitar 3.000 hektare (ha) tanaman kacang kedelai di Kabupaten Bireuen, Aceh, mengalami puso atau gagal panen.

Pasalnya sejak empat bulan terakhir di kawasan setempat dilanda kekeringan. Terjadi kemarau panjang sehingga pertumbuhan tanaman kedelai terganggu atau gagal tumbuh.

Sebanyak 3.000 ha yang gagal panen tersebut dari jumlah 4.000 ha luas lahan sawah yang ditanami kedelai di tujuh kecamatan setempat. Lokasi paling parah terjadi puso adalah di kawasan Kecamatan Juli, Peudada, Plimbang, Jeunib, dan Pandrah.

Tokoh Masyarakat Tani, Kabupaten Bireuen, Abdulhadi, Kamis (20/9), mengatakan sebagian lahan kedelai gagal panen itu dibiarkan oleh pemiliknya dimangsa ternak lembu, kerbau, dan kambing. Mereka tidak menghiraukan lagi karena pertumbuhannya tanaman terhambat dan terganggu musim kemarau.

Akibat dari gagal panen tersebut kerugian para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah. “Walaupun petani mendapat bantuan benih dari pemerintah, tetapi mereka harus mengeluarkan modal sendiri lebih besar lagi seperti untuk ongkos olah tanah, pupuk dan pestisida,” kilah Abdulhadi.

Dikatakan Abdulhadi, pemerintah hendaknya memberikan bantuan lain kepada petani untuk modal usaha mereka di musim tanam padi rendengan ke depan. “Sekarang petani merasa terpuruk, kalau tidak ada perhatian serius mereka sulit bangkit lahi,”” jelasnya.

Informasi diperoleh Media Indonesia, dari pemerhati masalah pertanian di Kabupaten Bireuen, Marzuki, menryebutkan 4.000 ha lahan kedelai itu merupakan bantuan pemerintah melalaui Progaram Bantuan Benih Nasional (P2BN) tahun 2012. Penanamannya dimulai pada bulan Juni dan target panen bulan Agustus hingga awal September 2012.

Itu merupakan tanaman penggati tanaman padi pada musim gadu tahun ini, terutama dikawasaan yang tidak ditanamai padi dan sesuai untuk lahan kedelai. (MR/OL-2)
sumber: mediaindonesia

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *