WARGA ACEH KE KOMNAS HAM ADUKAN PENAMBANGAN PERUSAHAAN AUSTRALIA

Jakarta (Berita) : Warga Aceh Timur, Jumat mengadu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan perusahaan tambang minyak dan gas asal Australia, PT Triangle Pase Inc di Dusun Sijuk, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Timur.

Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Shaleh.

Tokoh masyarakat Aceh Timur, Terpiadi A Madjid, di Jakarta,  menjelaskan perusahaan milik Australia itu sebenarnya sudah habis masa kontraknya sejak 23 Februari 2012. Namun tanpa melibatkan pemerintah daerah setempat dan warga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BP Migas memperpanjang kontrak tersebut.

“Dampaknya dari sisi lingkungan dan tatanan budaya serta adat istiadat kami menjadi rusak,” kata Terpiadi.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk segera menghentikan perusahaan itu dalam eksplorasi.

“Bahkan diketahui di bursa saham di Australia, perusahaan itu sudah bangkrut namun mereka tetap menambang gas yang hasilnya untuk membayar utang-utang mereka. Kami tidak mau sumber daya alam kami dimanfaatkan oleh mereka,” kata Terpiadi.

Bagi, warga Aceh Timur terhitung sejak 23 Februari 2012 sampai sekarang, perusahaan itu sudah ilegal melakukan penambangan yang diperkirakan gas yang diambil perusahaan itu mencapai sembilan kubik feet.

“Nah, dikemanakah hasil penambangan selama enam bulan itu,” katanya.

Terpiadi juga menyebutkan dampak dari penambangan itu telah terjadi pencemaran air minum yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat.

Ditambahkan, perusahaan asing itu juga bertindak arogan dan eksklusif dengan kekayaan Rakyat Indonesia yang berada di Aceh hanya untuk kepentingan mereka saja dengan mengabaikan hak-hak warga setempat.

Contohnya, kata dia, mereka memiliki fasilitas listrik, kesehatan, transportasi.

“Tetapi tidak ada fasilitas kesehatan transport untuk kami. Mereka hidup dalam keadaan listrik yang terang benderang dari hasil bumi kami, sementara kami hidup dalam keadaan gelap gulita di atas kekayaan sumber daya alam yang melimpah,” katanya.

Kuasa hukum warga tersebut, Syamsu Djalal menyatakan seharusnya penambangan gas di daerah itu, dihentikan dahulu sampai semunya jelas.

“Kalau tetap beroperasi maka dikhawatirkan akan terjadi keresahan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh menyatakan pihaknya pekan depan akan memanggil Menteri ESDM Jero Wacik terkait pengaduan warga itu.

“Sebab disini ada kejanggalan, adanya perpanjangan penambangan tanpa ada persetujuan dari pemerintah daerah setempat,” katanya.

“Termasuk perusahaannya akan kita panggil juga,” katanya.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to WARGA ACEH KE KOMNAS HAM ADUKAN PENAMBANGAN PERUSAHAAN AUSTRALIA

  1. Pingback: กล่องอาหาร

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *