TERKAIT TAHANAN KABUR, PEJABAT KEJARI MEDAN DIPERIKSA

Medan, (Analisa). Terkait kaburnya tahanan kasus narkoba yang masih dalam pengawalan petugas yakni Sharen Patricia alias A Ling (35), Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memeriksa beberapa pejabat Kejari Medan.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap pengawal tahanan (Waltah) Kejari Medan.

Adapun pejabat Kejari Medan yang dipanggil Pengawas Kejatisu di antaranya Kajari Medan, Bambang Riawan, Plh Kasi Pidana Umum (Pidum), Maria Magdalena, dan tiga petu gas Waltah pada Rabu (19/09).

Info tersiar, pemeriksaan dilakukan hingga malam hari. Beberapa pihak yang mengetahui kejadian tesebut dimintai keterangan dan menceritakan kronologis kaburnya tahanan wanita itu.

Asisten Pengawasan Kejatisu, Surung Aritonang kepada wartawan Kamis kemarin mengatakan, salah satu pertanyaan mengapa sampai terdakwa lari dengan mudah, apakah kejadian ini ada unsur akibat kelalaian petugas di lapangan.

Jika karena kelalaian dari petugas lapangan, maka pihak Kejari Medan terancam mendapatkan sanksi tegas. Hanya saja Surung enggan menyebutkan apa sanksi diberikan atas kelalaian mereka yang mengakibatkan larinya bandar sabu yang dituntut 13 tahun penjara.

Mengenai status A Ling yang belum ditetapkan sebagai DPO hingga sekarang, Surung menegaskan, itu kewenangan Kejari Medan mengusulkannya kepada pihak kepolisian.

Sementara Kasipenkum Kejatisu, Marcos Simaremare juga menegaskan, pemeriksaan itu untuk meminta keterangan terkait kaburnya terdakwa Sharen.

Ia juga enggan menyebutkan apakah ada unsur kesengajaan dan keterlibatan orang dalam atas larinya pemilik sabu seberat 42,65 gram tersebut, karena masalah ini masih terus diselidiki.

Sementara, Koordinator Penuntutan Pidum Kejari Medan, Anthonius Simamora mengatakan, masalah usulan DPO sudah diajukan kepada pihak kepolisian dan penetapannya sendiri dilakukan pihak kepolisian.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam melakukan pengawalan tahanan yang dibawa menuju PN Medan untuk proses persidangan. Hanya saja personil kepolisian menunggu di Rutan Tanjung Gusta.

Komplain

Di lain hal, pasca kaburnya terdakwa Sharen Patricia alias A Ling, Kejari Medan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan memasangkan borgol di lengan para tahanan ketika menjalani persidangan, guna mencegah kejadian serupa.

Tapi, hal itu mengakibatkan para tahanan komplain. Sebab, mereka sudah di dalam sel tahanan namun tetap diborgol. “Sudah di dalam kerangkeng (penjara-red) pun masih diborgol. Bukalah,” teriak salah satu tahanan wanita bernama Halimatusakdiyah kepada petugas Waltah.

Mereka mengaku, sejak dari lapas juga sudah diborgol. “Ngeri ah, ke kamar mandi pun payah. Lihat bang, kena borgol kami. Perempuan yang lari, kami juga kena borgol. Entah apa salah awak,” sebut seorang tahanan pria kepada wartawan sembari melirik Waltah.
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *