POLDA : PASTI ADA TERSANGKANYA

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Penyidik Subdit I/Indag Ditreskrimum Polda Sumut tengah menunggu kedatangan saksi ahli dari Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) Republik Indonesia. Setelah memeriksa saksi ahli, kemudian penyidik akan langsung memeriksa dua distributor BlackBerry yang diduga hasil daur ulang (rekondisi).

Direktur Ditreskrisus Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho mengatakan, mestinya penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli Kemenkominfo. Namun, karena berhalangan hadir saksi ahli itu belum bisa datang.

“Jadi tunggu saksi ahli diperiksa, langsung kita periksa dua distributor itu (CV CU dan CV ATN),” kata Sadono menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (21/9/2012) di Mapolda Sumut.

Saat disinggung apakah dalam kasus BB rekondisi itu dipastikan ada tersangkanya, Sadono dengan tegas mengiyakan.

“Tersangkanya pasti ada, karena sudah ada perbuatan melawan hukum. Pasti adalah tersangkanya,” tegas Sadon dengan yakin.

Tetapi, lanjut Sadono, sasaran siapa yang akan dijadikan sebagai tersangka harus tepat.

“Makanya, sampai sekarang 10 saksi dari karyawan dan enam pemilik toko sudah kita mintai keterangan,” sebutnya.

Terkait masih beredarnya BB diduga rekondisi di sejumlah toko di Plaza Millenium dan beberapa toko-toko lainnya, Sadono tidak memungkirinya.

“Sama seperti saya jawab kemarin ya. Tapi sekarang kan begini, harusnya antara penjual dengan pembeli harus saling mengerti. Artinya, kalau memang menjual barang bekas, katakan barang bekas. Jangan barang bekas dikatakan baru. Ini berarti konsumen yang dirugikan, sehingga melanggar undang-undang perlindungan konsumen,” katanya.

Untuk penggelola, kata Sadono, pihaknya tidak perlu melakukan pemanggilan terhadapnya. “Tidak, tidak ada hubungannya dengan penggelola gedung, karena mereka hanya menyewakan tempat jualan. Yang kita sidik adalah perbuatan yang melanggar hukumnya,” ujarnya lagi.

Diketahui sebelumnya, Subdit I/ Indag (Perindustrian dan Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Sumut menyita 136 unit smartphone BlackBerry rekondisi berbagai tipe dari enam toko, masing-masing, Toko Phoenix 99, Toko Home Of Blackberry, Toko Sumber Ponsel, Toko Multi Cell, Dragons 88 dan Fortune, yang berada di Plaza Millenium, Jalan Kapten Muslim, Medan, Jumat (14/9/2012) lalu.

BlackBerry tersebut disita karena merupakan barang rekondisi (daur ulang)), yang perangkat/komponen di dalamnya menggunakan barang bekas, namun dijual layaknya harga baru.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso merinci 136 BB yang disita tersebut adalah 20 unit BB 8520, 17 unit BB 9800, 13 unit BB 9700, 15 unit BB 9150, sembilan unit BB 9780, 55 unit BB 9300, dan tujuh unit BB 9360.

“Barang rekondisi tersebut diiimpor dari dua perusahaan, CV CU (Catur Utama) dan CV ATN (Artha Telekomunikasi Nasional) di Jakarta,” ujarnya.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *