PETANI KURIR EKSTASI DISIDANG

MEDAN, KOMPAS.com — Apes benar nasib nasib petani satu ini, Idris bin Abdullah (58), warga Aceh Utara. Pasalnya, dia tertangkap tangan saat mengantarkan 100 butir ekstasi milik tetangganya.

Pada sidang yang diketuai Baslin Siregar di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Kamis (20/9/2012) dengan agenda pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henny Meirita Pasaribu mengungkap terdakwa ditangkap pada Minggu (13/5/2012) di Jalan Ringroad Medan Sunggal.

Awalnya, terdakwa bertemu dengan tetangganya Rinaldi (DPO) di kampungnya. Pada pertemuan itu, terdakwa mengatakan akan berangkat ke Medan. Mengetahui hal tersebut, Rinaldi menitipkan 100 butir pil ekstasi yang sudah dibungkus rapi di dalam bungkusan makanan ringan Kacang Garuda.

Terdakwa diberi upah sebesar Rp 100.000 dengan mengatakan, setelah tiba di Medan akan dijemput rekannya di Jalan Ringroad Medan. Menumpang bus Pelangi, setelah tiba di Medan, terdakwa menunggu di sebuah warung kopi tak jauh dari pool bus.

Saat minum kopi, terdakwa dijemput rekan Rinaldi, kemudian dibawa menemui pemesan pil ekstasi yang belakangan diketahui adalah petugas yang menyamar. Waktu itu, rekan Rinaldi meninggalkan terdakwa sendirian menunggu pemesan.

Tak lama menunggu, terdakwa didatangi saksi Mansur yang memberikan uang kepada terdakwa. Begitu bungkusan diterima saksi, terdakwa langsung ditangkap. Di persidangan, saksi Mansur mengatakan memesan pil dari Rinaldi seharga Rp 80.000 per butir.

“Tiga hari sebelum terdakwa ditangkap, saya memesan pil dari Rinaldi. Tapi, waktu transaksi, terdakwa yang mengantar sehingga dia yang ditangkap,” kata saksi.

Dalam perkara ini, terdakwa didakwa melanggar Pasal 111 dan Pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *