PEMERINTAH DIMINTA CABUT IZIN PERKEBUNAN RAWA TRIPA

Banda Aceh (Berita) : Tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa (TKPRT) meminta Pemerintah Provinsi Aceh untuk mencabut semua izin perkebunan di kawasan hutan gambut Rawa Tripa yang berada di kawasan Aceh Barat dan Nagan Raya.

Direktur eksekutif WALHI Aceh T M Zulfikar di Banda Aceh, Kamis mengatakan kawasan hutan gambut tersebut telah mengalami deforestasi lebih dari 50 persen dari total lahan akibat pembukaan perkebunan sawit.

Disebutkannya, total lahan gambut rawa tripa yang berada di dua kabupaten tersebut seluas 61.803 hektare.

Dijelaskannya Rawa Tripa memiliki fungsi sebagai kawasan penyerap air, daerah penyangga (buffer) untuk melindungi daerah sekitarnya dari bencana, tempat tinggal manusia dan aneka satwa serta pengendali iklim mikro

Karena itu pihaknya meminta Pemerintah Aceh dapat mencabut seluruh izin yang dimiliki perusahaan yang mengeskplorasi kawasan hutan gambut tersebut.

“Kami juga meminta agar kawasan hutan gambut rawa tripa juga menjadi kawasan lindung yang mampu menjaga keseimbangan kehidupan manusia di masa mendatang,” katanya.

Ia mengatakan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan yang meminta pencabutan izin usaha perkebunan PT Kalista Alam menjadi babak baru penyelamatan Rawa Tripa.

Pihaknya berharap Gubernur Aceh dapat segera mencabut izin perkebunan yang dimiliki PT Kalista Alam seluas 1.605 hektare sesuai dengan keputusan PTUN Medan.

TKPRT juga berharap hutan gambut Rawa Tripa menjadi kawasan lindung secara formal yang diatur dalam suatu aturan pemerintah sehingga ekosistem dan keberadan kawasan tersebut terus terawat dan terlindungi di masa mendatang.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *