KEJAHATAN NARKOBA DOMINASI KASUS DI PN KALIANDA

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Kejahatan narkoba di Lampung Selatan masih sangat tinggi, bahkan mendominasi perkara di Pengadilan Negeri Kalianda. Untuk menekan kejahatan narkoba, PN Kalianda menjatuhkan vonis mati kepada sejumlah terdakwa kasus narkoba.

Humas PN Kalianda, Lampung Selatan, Afit Rufiadi, Kamis (20/9/2012), mengatakan, dari rata-rata 600 perkara yang ditangani di PN Kalianda, 30 persen di antaranya merupakan kejahatan narkotika dan obat terlarang. Tren tingginya kasus narkoba ini juga belum menunjukkan penurunan.

Untuk menekan kasus peredaran narkoba di wilayah Lampung Selatan, dalam tiga bulan terakhir, PN Kalianda telah menjatuhkan vonis hukuman mati dan pidana seumur hidup kepada sejumlah pengedar, khususnya sindikat, narkoba.

“Dalam tiga bulan terakhir, kami telah memvonis mati dua terdakwa. Lalu, vonis penjara seumur hidup kepada empat terdakwa. Sekarang pun, masih ada beberapa kasus besar yang masih dan akan menunggu disidangkan,” ujarnya.

Kemarin, PN Kalianda menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Enrizal, sopir truk asal Bekasi yang mengangkut 3,5 ton ganja asal Aceh.

Sebelumnya, pada 17 Juli 2012 lalu, PN Kalianda juga memvonis mati Liong Kim Ping, warga negara Malaysia, yang menjadi pengedar narkoba dengan alat bukti 45 kilogram sabu dan 1.700 butir ekstasi.

Wilayah Lampung Selatan selama ini dikenal sebagai perlintasan strategis narkoba yang masuk dari Aceh dan Malaysia. Banyaknya kasus narkoba terungkap dari hasil operasi di Sea Port Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *