HUTAMA KARYA GARAP TOL LINTAS SUMATERA

MedanBisnis – Jakarta. Menteri BUMN Dahlan Iskan telah mengusulkan PT Hutama Karya (HK) Persero menjadi perusahaan pengelola dan pengembang jalan tol. Natinya HK akan menerima penugasan pemerintah untuk mengerjakan proyek jalan tol yang secara bisnis kurang menjanjikan.
Bahkan, Dahlan mengatakan, HK siap mengerjakan jalan tol lintas Sumatera hanya dalam 6 tahun. “Jalan tol itu selesai dalam 6 tahun dengan perusahaan ini,” katanya di Gedung DPR Senayan, Rabu (19/9).

Dia menjelaskan, jalan tol sepanjang 1.980 km yang membentang dari Aceh hingga Lampung yang recananya akan dikerjakan oleh BUMN, yakni PT Jasa Marga Tbk dinilainya berjalan sangat lambat sehingga nantinya HK siap mengerjakan proyek tol Trans Sumatera itu dengan tempo yang relatif cepat.

Selain itu, nantinya untuk pembiayaan bisa diambil dari pengurangan setoran dividen ke pemerintah. “Kalau misalnya dividen itu dikurangi Rp 5 triliun, bisa jadi proyek Rp 15 triliun ditambah pinjaman bank, sehingga membangun jalan tolnya cepat banget,” tambahnya.

Selain itu, HK juga bisa mengerjakan proyek jalan tol lainnya yang secara ekonomis tidak dilirik investor seperti jalan Bawean- Solo.”Bawean-Solo, Jasa Marga ogah-ogahan, kita minta HK bangun,” tutupnya. Dahlan menambahkan HK sudah siap berubah menjadi perusahaan pengelola dan pengembang jalan tol.

Menurutnya, ada tiga orang yang mengusulkan pembentukan atau perubahan Hutama Karya untuk fokus menjadi delegasi pemerintah dalam mengerjakan proyek jalan tol.”Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum), Menkeu (Menteri Keuangan), Menteri BUMN,” katanya.

Dahlan beralasan, proses pengalihan Hutama Karya menjadi perusahaan jalan tol tidak akan mengganggu kinerja PT Jasa Marga Tbk. Bahkan, kata Dahlan, Jasa Marga, menyatakan siap berkompetisi dengan Hutama Karya.”Saya sudah bilang ke Jasa Marga, anda ditugasi bangun jalan tol yang tidak gemuk-gemuk, anda kan panjang sekali mikirnya. Hitungannya juga belum tentu juga anda mau,” ujarnya sambil menirukan.

Mantan Dirut PLN ini juga menjelaskan, setelah pengembangan jalan tol ini berhasil. Hutama Karya bisa menjual jalan tol yang telah dikembangkannya kepada investor secara komersial.

“Nanti kalau sudah jadi ternyata bagus, daerah tumbuh. Ini bisa saja nanti dijual pada perusahaan jasa tol yang komersial. Nanti uangnya untuk bangun lagi misalnya Tebing Tinggi-Pematang Siantar,” tutupnya. (dtf)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *