HOTEL SIBAYAK DITUDING LANGGAR PERDA NO.6 TAHUN 2012

MEDAN (Berita) : Hotel Sibayak Jalan Nibung Raya,Kelurahan Petisah Tengah,Kecamatan Medan Petisah telah mengangkangin  Perda No.6 Tahun 2012, karena hingga  saat ini, hotel kelas melati, berlantai tiga tersebut masih beroperasi.

Intruksi Walikota Medan,Drs Rahudman Harahap,MM dengan diberlakukannya wajib pajak  daerah No.6 Tahun 2012 perihal wajib pajak bagi pengusaha tempat hiburan yang diresmikan di Hotel Plaza,Rabu(19/9)masih dikangkangin pengelolah Hotel Sibayak yang diketahui milik Anggota DPRDSU ,Partai Demokrat,komisi B, berinisial LK tersebut masih juga membuka usahanya.

Perizinan Hotel Sibayak yang telah mati dua tahun lebih tersebut dan tidak lagi di keluarkan lagi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Medan. Namun instansi yang terkait  tidak menindak tempat tersebut.

”Saya heran atas Kinerja Kadisbudpar Kota Medan,Bursal Manan  dan Muspika setempat sampai hari ini tidak menindak manajemen Hotel Sibayak yang diduga juga dijadikan lokasi prostitusi,pada hal perizinannya sudah mati dua tahun lamanya dan banyak menyalahi ”,ungkap M.Iqbal Daulai selaku Sekjen FPI Sumut.

Dikatakannya lebih lanjut,dirinya berharap agar Walikota tegas untuk menindak pihak manajemen hotel  tersebut.

” Saya meminta dengan sangat agar Walikota Medan, Bapak Drs Rahudman Harahap,MM untuk segera menindak pihak manajemen hotel tersebut ,agar menjadi efek jera bagi pemilik hotel serta tempat hiburan  lainnya yang berani menjadikan  tempat sebagai sarang maksiat ”,tegas Iqbal.

Apabila masih juga belum ada tindakan pemerintah terhadap  lokalisasi prostitusi,maka pihak FPI akan turun langsung ke lapangan,”Kalau dalam beberapa hari ni,Pemerintah kota Medan belum juga menindak tempat sarang maksiat yang menyediakan perempuan didalamnya maka kami akan turun langsung untuk segera menindak  Hotel Sibayak tersebut”,tegasnya. (pdr)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *