DPO KEJATI KINI BERJUMLAH ENAM ORANG

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Setelah beberapa waktu lalu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan sedikitnya terdapat empat orang DPO yang paling diburunya, kini dalam waktu satu bulan Kejati Sumut kembali menjadikan dua orang sebagai DPO, yaitu Raja Anita yang merupakan tersangka kasus Bansos Pemprov Sumut yang diketahui lari beberapa waktu lalu, dan Sharen, terdakwa dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.

“Kini memang DPO sudah menjadi enam orang. Khusus empat orang yang sebelumnya termasuk Adelin Lis, Boy Hermansyah, Ahmad Sofian Aot Siregar dan Masniari itu pencariannya dipimpin langsung oleh pihak Kejagung. Sementara dua orang yang baru ini yaitu Raja Anita dan Sharen belum dirilis secara resmi dan skupnya masih di Sumut serta pengejarannya dilakukan intelijen dari sini,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumut Marcos Simaremare, Jumat (21/9).

Diruang kerjanya, Marcos pun menyebutkan segala upaya telah dilakukan pihaknya untuk mengejar seluruh DPO tersebut. Meski tidak terang-terangan, Marcos pun menyatakan tentunya telah melakukan pengawasan kepada seluruh tersangka-tersangka yang sedang menjalani pemeriksaan untuk tidak lari lagi.

“Saya tidak bisa sebutkan itu. Tetapi semua upaya telah kami lakukan untuk menghindari larinya tersangka yang sedang diperiksa. Nanti kalau saya sebutkan teknisnya bisa heboh jadinya,” ujarnya saat ditanya prihal apakah Sakhira Zandi dan Bangun Oloan yang tersangkut kasus korupsi banso Pemprov Sumut dilakukan pengawasan, mengingat meski sudah menjadi tersangka keduanya belum juga ditahan.

Disinggung apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang yang membantu pelarian beberapa DPO tadi, Marcos menjelaskan akan meneliti dan melihat itu. Meski sampai kini jejak keenam DPO belum terdeteksi termasuk siapa-siapa saja yang membantu pelarian keenam DPO tersebut, ia mengaku pasti akan melakukan tindakan.

“Tentunya kita akan melihat sejauh mana yang mereka lakukan. Jika memang merek-mereka yang membantu pelarian DPO tersebut berusaha menghalang-halangi penyidikan dan penyelesaian perkara pasti akan dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Terkait Sakhira Zandi dan Bangun Oloan yang dijadwalkan diperiksa pada Senin mendatang, Marcos juga belum berani memberikan kepastian apakah keduanya langsung ditahan. “Potensi ditahan saya tidak bisa sebutkan. Kalau saya sebutkan berarti saya melangkahi penyidik. Kita lihat saja nanti,” ujar Marcos.

Terpisah, Marcos mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sumut terhadap para petinggi Kejari Medan prihal tahanan kabur menjelaskan belum mendapatkan hasil. Pemeriksaan yang dilakukan kepada Kajari Medan Bambang, Plh Kasipidum Maria Magdalena dan tiga orang pengawal tahanan pada Rabu lalu terkait larinya Shiren, belum sampai pada keputusan final.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *