PROYEK PLTP GEOTHERMAL SARULLA TERBENGKALAI

Tarutung, (Analisa). DPRD mempertanyakan Pemkab Taput terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau Geothermal Sarulla terletak di Kecamatan Pahae yang hingga kini terbengkalai.
“Kita mempertanyakan Pemkab kenapa sampai sekarang proyek tenaga panas bumi itu terbengkalai dan belum tuntas juga, ada apa,”tandas anggota Komisi B DPRD Taput Betty Sidabutar kepada Analisa, Rabu, (19/9).

Menurutnya, seharusnya PLTP sudah bisa beroperasi 2012 ini, mengingat proyek itu sudah dirancang sejak puluhan tahun lalu.

“Kita ingin mempertanyakan Pemkab, apa sebenarnya yang menjadi kendala dan persoalan di lapangan, kenapa sudah puluhan tahun sampai sekarang proyek itu belum bisa beroperasi,”ujarnya.

Senada disampaikan anggota Komisi B DPRD Taput Alamsyah Sihombing. Menurutnya, sejak dimulai perencanaan 1991 lalu hingga kini proyek PLTP Sarullah belum ada realisasi.

Proyek itu sudah dimulai sejak 1991 dan sampai sekarang masih terkatung-katung. Harusnya pada Juli 2012 sudah bisa beroperasi, tandasnya.

Dia mengakui, sebelumnya perusahaan PT Medco Power Indonesia selaku pimpinan dalam konsorsium PT Sarulla Operational Ltd (SOL) sudah mengambilalih proyek itu dan direncanakan selesai tahun 2012 ini.

Tapi nyatanya, sampai sekarang katanya perusahaan ini kesulitan dalam dana, untuk itu kita berharap agar Pemkab mengambil kebijakan, ujarnya.

Dia mengatakan dalam kondisi seperti ini, Pemkab harus tegas dan bila penting mencari perusahaan yang mampu untuk mengelola kelanjutan proyek itu hingga bisa cepat selesai.

“Kalau PT Medco tidak sanggup dalam pembiayaan, kita mengajak PLN dan Pertamina kerjasama kelanjutan proyek, Pemkab harus membuka jalan hingga proyek ini bisa segera diselesaikan secepatnya,”ucapnya.

Alamsyah Sihombing mengatakan, proses penyelesaian PLTP Sarullah sudah sangat mendesak, mengingat daya listrik yang direncanakan diproduksi proyek itu terbilang cukup besar.

Pembangun PLTP Sarulla sendiri direncanakan akan menghasilkan 330 mega watt, ini sangat membantu menambah kebutuhan listrik di daerah, tandasnya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energy Kabupaten Tapanuli Utara Ipen Hutagalung mengatakan, sampai sejauh ini untuk mempercepat finalisasi proses pengoperasian PLTP Sarullah sedang dibicarakan kerjasama tiga menteri. Antara lain, Menteri Energy Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Badan Usaha Milik Nengara (BUMN) dan Menteri Keuangan.

Untuk proses finalisasi, saat ini sedang dibicarakan kerjasama Menteri ESDM, menteri BUMN, dan Menteri Keuangan, tandas Ipen Hutagalung kepada Analisa.

Dia mengatakan, untuk realiasi kelanjutan proyek nantinya tergantung keputusan kerjasama itu.Artinya, kita belum bisa memastikan kapan bisa selesai, makanya kita tunggu saja nanti hasil keputusan dari tiga menteri yang bersangkutan, katanya.(can)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *