MANTAN KADIS PU PALAS BURON

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Pemkab Padang Lawas, Chairul Windu, tersangka pembangunan prasarana perkantoran (proyek multi years) yang dibangun di atas tanah seluas lima hektar diburon Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).

Hal itu ditegaskan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Sadono Budi Nugroho kepada wartawan, Rabu (19/9/2012) di Mapolda Sumut.

Menurut Sadono, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairul Windu sudah dinyatakan lengkap (P 21) oleh Kejaksaan Tapsel. Namun tersangka mangkir saat dilakukan pemanggilan untuk dilimpahkan ke jaksa beserta barang buktinya.

“Sudah dikeluarkan Polres Tapsel surat penjemputan paksa, namun keberadaan tersangka tidak diketahui. Ini anggota Polres sedang terus mencari, termasuk kita (Polda) beck-up untuk mengejar tersangka,” kata Sadono.

Sadono menyebut, akibat hal itu, penyidik Subdit III/ Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumut yang harusnya bisa menangani tersangka mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis dan Ketua DPRD Palas, HM Ridho menjadi terhambat.

“Mestinya kalau memang sudah dilimpahkan, penyidikan yang ditangani Polda terhadap dua orang itu (Basyrah Lubis dan HM Ridho) bisa dilanjutkan cepat,” katanya.

Dikatakan, Polda sudah tidak lagi harus meminta izin untuk memeriksa Ketua DPRD Palas aktif, HM Ridho, sebab sudah mendapatkan izin dari Gubernur.

Sebelumnya Sadono mengatakan, pembangunan prasarana perkantoran (proyek multi years) yang dibangun diatas tanah seluas lima hektare. Dari audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara sebesar Rp 6.048.827.227,73 yang hilang dari DAK/DAU. Temuan lainnya, pembayaran alat berat untuk proyek tersebut juga masih nunggak.

Untuk mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, kata Sadono, pihaknya sudah melayangkan pemanggilan pertama untuk diperiksa. Namun tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. “Dalam waktu dekat ini kita akan layangkan lagi pemanggilan kedua, kalau tidak datang juga, surat pemanggilan ketiga dan dijemput paksa,” tegasnya.

Diberitakan, berkas yang di sidik dan hasil gelar perkara menetapkan lima tersangka, yakni mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, mantan Kadis PU Palas, Chairul Windu, Abdul Hamid Nasution yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Paruhum Daulay sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *