KERANGKA YANG DITEMUKAN DI KEBUN LONSUM TERNYATA GURU NGAJI

RS Pirngadi Otopsi Tiga Kerangka dari Nias

Medan, (Analisa). Kerangka manusia yang ditemukan di areal perkebunan PT. Lonsum, Desa Sei merah, Dusun 3 Kecamatan Tanjung Morawa pada Senin ( 17/9) yang lalu, kini telah teridentifikasi. Kerangka itu diketahui, Erni Nasution (43) warga Jalan Cingwan Lingkungan 3 Kelurahan Martubung.
Korban rupanya, selain memiliki saudara kembar yang bernama Erna Nasution, merupakan seorang guru ngaji, bilal mayit serta ketua perwiritan kaum ibu di kampungnya.

Pihak keluarga histeris melihat kerangka Erni. Mereka yakin, barang bukti sepatu, jam tangan, gigi palsu dan baju dikenakan korban, milik korban. Dan setelah dilakukan otopsi kerangka Ernipun dibawa keluarga ke rumah duka dan menurut rencana langsung dikuburkan.

“Tak sangka saya adik kembar saya meninggal dengan cara tragis begini. Padahal dia itu orangnya sangat bermasyarakat dan baik, selain guru ngaji di rumah-rumah dia juga ketua perwiritan ibu – ibu dan Bilal mayit di kampungnya,” ujar Erna, di RS Pirngadi, Rabu (19/9).

Menurut Erna, adiknya itu diketahui hilang 6 bulan. Keluarga telah mencari hingga sampai ke Berastagi, bahkan sampai ditanya ke paranormal tentang keberadaan korban yang memiliki dua anak itu.

Jamaliyah (53), bibi korban mengisahkan, 6 bulan lalu, 10 Maret 2012 sore, sebelum menghilang, korban sempat pamit pada suaminya, Arfan (45) dan anaknya, Wanda, pergi undangan. Sejak itu, Erni tidak pernah pulang hingga ditemukan kerangkanya di Perkebunan PT. Lonsum.

“Pagi sebelum hilang, dia sempat sarapan dengan suami dan dua anaknya, Fauzi (23) dan Wanda (20). Lalu sorenya, Erni meminta pulang anaknya Wanda karena mau memakai sepeda motor untuk pergi undangan,” sebut Jamaliyah.

Dia menduga, kemungkinan Erni dirampok lalu dibunuh. Karena sepeda motor dan perhiasan gelang, kalung emas milik Erni raib.

Tiga Kerangka dari Nias

Selain itu, Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan juga menerima tiga kerangka manusia. Kerangka manusia tersebut merupakan korban pembunuhan, yang ditemukan di dasar sungai di Dusun III, Desa Gunung Tua Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara, Senin (10/9).

Kini tiga kerangka manusia itu masih dalam penyelidikan pihak Polres Nias. Korban masing-masing, Jimmi Girsang (53) warga Desa Paucur Batu Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Rugun Br Haloho (43) warga Desa Naga Lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Kolimarinus Zega (56) penduduk Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Dikisahkan, menurut dari pengaduan masyarakat atas nama Petrus Letnan Halomoan Purba (34), pada 28 April 2012, telah melaporkan telah hilangnya orang sebanyak tiga orang, yang tidak tahu keberadaannya sejak 23 April 2012.

Menurut Petrus, tiga korban teresbut dijemput oleh seorang laki-laki yang mengaku bernama Jhoni Telaum Banua alias Ucok, di Bandara Binaka Nias.

Kemudian, 23 April 2012 sekira pukul 21.40 WIB dimana ke tiga korban dibawa Ucok bersama dengan empat orang lain masing – masing membawa sepeda motor. Kedatangan para korban tersebut ke Nias bermaksud membeli Tokek. Sejak itu keberadaan korban tidak diketahui hingga ditemukan di dasar sungai.

Menurut Kapolres Nias melalui Kasat Reskrim Nias AKP Arifeli Zega SH STh didampingi Juper Brigadir A.Sinaga, polisi telah menetapkan 6 tersangka pada kasus itu masing-masing RH alias A.S, AH alias AM, A.P, APd dan Jn, sama-sama penduduk Dusun III Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara.(nai/esp)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *