KEJARI RANTAUPRAPAT TAHAN DUA MANTAN PETINGGI PUSKESMAS SEIBEROMBANG

Terkait Dugaan Korupsi Dana Jemkesmas dan Yankesda

Rantauprapat, (Analisa). Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat resmi tahan dua mantan petinggi Puskesmas Seiberombang, akibat tersandung kasus korupsi Dana Jamkesmas dan Yankesda tahun anggaran 2008-2009 dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rantauprapat untuk masa penahanan selama 20 hari, Selasa (18/9) malam.
Dua tersangka yang resmi ditahan pihak Kejari Rantauprapat sejak Selasa malam itu, mantan Kepala Puskesmas Seiberombang KN selaku atasan pemegang uang muka kerja serta S selaku pemegang uang muka kerja Jamkesmas dan Yankesda yang juga merupakan mantan Lurah Seiberombang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rantauprapat melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Hamka Nasution SH didampingi Penyidik Dedi Saragih SH kepada wartawan, Selasa (18/9) malam mengatakan, mulai saat ini kedua tersangka resmi ditahan. Mereka dititipkan di Lapas untuk selama masa penahanan penyidik.

Sebelumnya, tim Pidsus memeriksa tersangka KH dan S terkait kasus yang menyandung kedua mantan petinggi Puskesmas Seiberombang itu secara estafet. Keduanya mulai diperiksa sejak pukul 14.00 Wib. Diakhir pemeriksaan malam itu, satu dari sepuluh pertanyaan yang diajukan tidak dapat dijawab tersangka S.

Akhirnya keduanya diyakini telah melakukan kegiatan yang merugikan keuangan negara dalam penggunaan dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Pelayanan Kesehatan Daerah (Yankesda) pada UPTD Dinas Kesehatan Puskesmas Seiberombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu 2008-2009 sebesar Rp 259.567.980 sesuai hasil audit BPKP Perwakilan Sumatera Utara tertanggal 3 Agustus 2012.

Hamka menyebutkan, kerugian negara dalam hal penggunaan dana Jamkesmas dan Yankesda itu sesuai hasil pemeriksaan atau audit BPKP sekitar Rp 259.567.980.

Tersangka KN sebagai atasan langsung pemegang uang muka kerja dan S selaku pemegang uang muka kerja Jamkesmas dan Yankesda harus bertanggungjawab dalam kasus ini, ternyata dalam pemeriksaan tidak sesuai dan tidak bisa dipertanggungjawabkan mereka.

Hasil audit BPKP, pada Jamkesmas 2008 di antaranya, dana yang dicairkan dari kas negara/daerah Rp 31.350.000 sedang pengeluaran dana yang seharusnya Rp 14.890.00, hingga kerugian keuangan negara/daerah Rp 16.460.000. pada Jamkesmas 2009, dana yang dicairkan dari kas negara/daerah Rp 25.900.000, sedang pengeluaran dana seharusnya Rp 1 juta, nilai kerugian Rp 24.900.000.

Selanjutnya, pada Yankesda 2008, dana yang dicairkan dari kas negara/daerah Rp 113.191.000 dan pengeluaran seharusnya Rp 17.229.000 dengan nilai kerugian nagara/daerah Rp 95.962.000. Serta pada Yankesda 2009 dana yang dicairkan Rp 135.065.000 dan pengeluaran seharusnya Rp 12.820.000, kerugian negara Rp 122.245.980. Dengan demikian, total kerugian negara khusus pada penggunaan anggaran Jamkesmas dan Yankesda 2008-2009 Rp 259.567.980. (ra)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *