TITIK PANAS DI JAMBI MENINGKAT DRASTIS

JAMBI, KOMPAS.com — Titik panas akibat kebakaran lahan dan hutan yang terus bermunculan di wilayah Jambi menjadi penyebab pekatnya kabut asap. Walaupun hujan buatan terus diupayakan, kebakaran seolah tak terkendali.

Data citra satelit NOAA yang diolah Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Selasa (18/9/2012), memantau ada 45 titik panas di wilayah Jambi pada Senin. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan sebelumnya.

Petugas pengolah data titik panas Dishut Provinsi Jambi, Donny Osmond, mengatakan, sehari sebelumnya, Minggu, satelit memantau 11 titik panas. Bahkan, pada Sabtu, hanya terpantau 1 titik.

Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi Kurnianingsih mengatakan, peningkatan jumlah titik panas sebagai indikator akan maraknya kebakaran lahan dan hutan menjadi penyebab pekatnya kabut asap. Kebakaran yang marak di wilayah Sumatera Selatan juga memicu kepekatan udara. Arah angin pada hari ini bergerak dari selatan dengan kecepatan 4 knot hingga 9 knot.

Hujan buatan yang telah berlangsung 11 hari lamanya seolah tidak mampu mengendalikan pekatnya asap yang timbul dari aktivitas pembakaran. “Walau hujan buatan sudah dilakukan, titik apinya jauh lebih banyak sehingga kabut tetap pekat,” kata Kurnianingsih.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *