TIGA KABUPATEN SIAPKAN PELABUHAN SENDIRI

BENGKULU, KOMPAS.com — Menghindari kerusakan jalan negara akibat angkutan batubara dan minyak sawit mentah dari lokasi produksi ke pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu, tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu siap membangun pelabuhan sendiri bekerja sama dengan pihak swasta.

Ketiga kabupaten itu ialah Mukomuko, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah.

Hal itu disampaikan bupati dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Tengah, secara terpisah, Selasa (18/9/2012) ini. Hal serupa juga pernah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Bengkulu, akhir pekan lalu.

Bupati Mukomuko Ichwan Yunus mengatakan, setiap malam tidak kurang dari 750 ton minyak sawit mentah (CPO) dari Mukomuko dikirim ke Padang, Medan, atau Lampung untuk kemudian diekspor.

Setiap satu truk pengangkut CPO berkapasitas rata-rata 24 ton, sementara kekuatan maksimal jalan negara hanya 15 ton. Itulah sebabnya truk pengangkut CPO menjadi salah satu yang disalahkan atas kerusakan jalan.

“Investor pelabuhannya sudah siap. Investasi yang dibutuhkan Rp 100 miliar-Rp 250 miliar,” ujarnya.

Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi menambahkan, selama ini ratusan bahkan ribuan angkutan batubara dari pertambangan batubara di Bengkulu Utara menempuh perjalanan sekitar 200 kilometer ke pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu. Akibatnya, jalan negara di pesisir barat cepat rusak.

Sama seperti Mukomuko, Bengkulu Utara juga sedang memproses izin pembangunan pelabuhan khusus batubara.

“Ada tiga pelabuhan yang rencananya dibangun oleh masing-masing pengusaha tambang batubara. Rencananya, tongkang pengangkut batubara dari pelabuhan ini kemudian memuat batubara ke kapal yang lebih besar di pelabuhan Pulau Baai,” tuturnya.

Pembangunan pelabuhan di pesisir barat Bengkulu juga sedang dijajaki Pemkab Bengkulu Tengah. Hanya saja, menurut Bupati Tengah Ferry Ramli, pelabuhan yang akan ditempatkan di Kecamatan Pondok Kelapa itu tidak hanya melayani komoditas tertentu, tetapi semua hasil tambang dan perkebunan.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *