TIDAK ADA UANG, FAHMI TIKAM ABANGNYA

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tidak dikasih uang Rp 2 ribu Fahmi alias Bram (40) nekad menikam abang kandungnya bernama Fahrizal (50) dengan menggunakan pisau dapur di rumahnya sendiri Jalan Mesjid Taufiq, Gang Beringin, Kecamatan Medan Timur. Akibat tikaman yang dilakukan adiknya tersebut, fahrizal dirawat di ruang IGD RS Pringadi Medan, Minggu (16/9).

Azwar abang kandung keduanya saat membuat laporan ke Polsekta Medan timur menceritakan peristiwa pernikaman tersebut berawal ketika Fahmi hendak meminta uang sebesar Rp 2 ribu ke ibu kandungnya untuk membeli rokok. Ketika meminta uang tersebut, tiba-tiba saja ibunya bertengkar mulut dengan fahmi,  sehingga Fahrizal yang sedang istirahat ikut bertengkar mulut dan memarahi Fahmi.

“Gara-gara Rp 2 ribu , si fahmi tadi mau minta uang tuk beli rokok, tiba dia bertengkar dengan ibu dan sama Fahrizal,” ucapnya

Karena dimarahi sama sang ibu, Fahmi anak ke 9 dari 10 bersaudara tersebut langsung memukul ibu kandungnya satu kali. Saat itu juga Fahrizal langsung memarahi Fahmi.

“Tak terima dimarahi, keduanya pun bertengkar adu kuat. Kemudian, Fahmi mengeluarkan pisau dapur dari pinggangnya. Dan langsung menikam perut Fahrizal satu kali hingga darah berceceran ke lantai,” ucapnya.

Stelah menikam Fahmi langsung melarikan diri dari rumah. Setelah keluar rumah, Fahmi dijemput oleh seorang wanita dengan mengendarai kereta

“Sedangkan Fahrizal langsung diboyong warga ke Rumah Sakit Pirngadi Medan untuk mendapatkan perawatan,” ucapnya

ketika mendapat kabar, si farizal di tikam fahmi dirinya langsung mencari adiknya tersebut. Ketika dicari dirinya menemukan fahmi di Jalan Rakyat Pasar III dekat Sampali Percut Seituan.

“Saat ku tangkap dia sedang duduk-duduk bersama teman wanitanya itu. Fahmi pun langsung diboyong ke Mapolsekta Medan Timur,” ucapnya.

Namun karena masih ada hubungan saudara sambungnya, Fahrizal enggan untuk membuat laporan penganduan. “terakhir ngk jadi melapor karena fahrizal masih satu darah, apalagi si fahmi itu stress dia,” ucapnya

Menurut Azuar, Fahmi mengalami stress akibat kebanyakan mengkonsumsi narkoba jenis ganja dan sabu. Bahkan, Fahmi mengenal narkoba pada saat masih SMP dulu.

“Setahu aku Sejak SMP, dia sudah mengenal narkoba. Mungkin gara-gara kebanyakan mengkonsumsi narkoba dia jadi stress,” ucap Azuar.

Karena tidak jadi membuat laporan,  akhirnya azwar membawa pulang adinya tersebut. “kita bawa pulanglah dia, karena tak mau melapor si fahrizal,” ucapnya.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *