SELANGKAH LAGI PENANTIAN 26 TAHUN TERBAYAR

Pekanbaru-andalas Ambisi Tim Sepakbola Sumatera Utara untuk tampil di partai puncak, final PON XVIII/2012 Riau, akhirnya terwujud. Selangkah lagi penantian panjang selama 26 tahun untuk menjadi juara sepakbola PON terbayar lunas.

Sumut memastikan langkah ke final cabang olahraga paling bergengsi ini setelah di babak semifinal yang dimainkan di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, sukses membungkam Tim Papua dengan skor meyakinkan 2-0, Senin (17/9).

Hasil ini sungguh di luar dugaan, mengingat lawan yang dihadapi Sumut adalah tim pavorit dan juara bertahan PON XVII/2008 Kaltim. Apalagi Papua sebagai juara grup D dari lima pertandingan sebelumnya melawan tim-tim unggulan mampu membukukan catatan clean sheet.

Di babak enam besar Papua yang dibesut Ferdinand Fairyo menaklukkan Jabar (1-0) dan Kaltim (4-1). Di fase grup Papua juga tampil mengesankan dengan menekuk NTB (5-1), Jambi (2-1), dan Sulteng (2-0).

Sementara Sumut yang dibesut trio pelatih Rudi Saari, Mardiyanto dan Budiono selama berlaga pada PON Riau, mencatatkan hasil yang kurang begitu meyakinkan karena hanya sekali menang dan tiga kali imbang saat berlaga di fase grup maupun di babak enam besar.

Sumut bahkan kalah 0-1 saat melawan Jateng, namun beruntung tetap lolos ke babak semifinal mendampingi Jateng sebagai juara grup E karena unggul produktivitas atas Jambi, yang kalah 0-1 atas Jateng sehari sebelumnya.

Gol kemenangan anak asuh Rudi Saari atas Papua tercipta melalui tendangan keras Aidun Sastra Utami di menit 37 dan Mohammad Irfan pada menit 72.

Di partai puncak, Sumut akan menghadapi Tim Kalimantan Timur (Kaltim) yang pada pertandingan semifinal mengalahkan Tim Jawa Tengah (Jateng) juga dengan skor 2-0.

Sumut terakhir kali merebut medali emas cabang sepakbola PON tahun 1986 di Jakarta ketika Sumut mengalahkan Jatim 2-1 di final. Lewat gol penentu Suharto AD, Sumut berhasil membawa pulang medali emas. Gol itu pula yang membawa Suharto mendapatkan promosi kenaikan pangkat di TNI AD.

Setelah itu prestasi sepakbola Sumut di ajang PON terus meredup. Bahkan sepakbola Sumut menorehkan catatan sejarah paling kelam setelah tidak ikut pada PON XVII/2008 Kaltim, karena gagal melewati fase Pra PON.

Tim Sumut yang sedang membidik emas PON XVIII sejak awal babak pertama langsung melakukan tekanan ke pertahanan Papua. Kondisi sangat efektif karena membuat lawan sulit untuk mengembangkan permainan.

Tekanan yang bertubi-tubi membuat barisan pertahanan Papua sedikit goyah. Bahkan saat Tim Sumut mendapat tendangan pojok pada menit 19, bola langsung mengarah ke gawang. Tapi penjaga gawang Papua, Mario FX Reyaan sigap dalam menangkap bola.

Meski terus ditekan bukan berarti Tim Papua berdiam diri. Anak asuh Ferdinand Fairyo ini sesekali melakukan serangan balik cepat dan mengancam gawang Sumut yang dikawal Abdur Rohim.

Upaya Sumut untuk menciptakan gol akhirnya tiba. Melalui tendangan spekulasi dari luar kotak penalti oleh Aidun Sastra Utami pada menit 37 mampu memperdaya Mario FX Reyyan sehingga membuat kedudukan 1-0 untuk Sumut.

Tertinggal O-1 membuat Tim Papua bangkit. Jorgen Wayega dan kawan-kawan giliran menekan Sumut. Hasilnya satu peluang emas tercipta di menit 41. Hanya saja bola tidak mampu masuk ke gawang meski sudah ditinggalkan oleh Abdur Rohin. Kondisi ini berlangsung hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua anak asuh Rudi Saari tidak mengendurkan tekanannya. Bahkan Zukifli langsung mengancam gawang Papua setelah terjadi kemelut di depan gawang, tapi penjaga gawang Papua sigap sehingga gawangnya aman.

Ancaman ke gawang Papua terus terjadi. Serangan dari sisi kanan dan kiri terus dilakukan pemain Sumut. Hanya saja penyelesaiannya belum maksimal. Bahkan pemain Sumut, Zukifli harus menerima kartu kuning karena oleh wasit dinilai melakukan “diving.”

Terus ditekan membuat Papua lebih bersemangat. Terbukti anak asuh Ferdinand Fairyo itu bergantian mengurung Tim Sumut. Beberapa peluang menciptakan gol terjadi hanya saja penyelesaiannya kurang akurat.

Terus ditekan Tim Sumut kesulitan mengembangkan permainan. Hanya saja lewat serangan balik yang cepat tendangan spekulasi Mohammad Irfan mampu menjebol gawang Papua setelah bola yang ditangkap Mario FX Reyaan terlepas dan bola masuk ke gawangnya sendiri.

Unggul 2-0 membuat Tim Sumut mulai bermain efektif meski terus ditekan oleh pemain Tim Papua. Pergantian penjaga gawang dari Abdur Rohim pada Ahmad Fauzi ternyata sangat ampuh karena terbukti gawang Sumut tetap aman sampai pertandingan usai.

“Anak-anak menjalankan instruksi yang saya inginkan. Alhamdulillah, di lapangan berhasil diterapkan,” ujar pelatih Sumut Rudi Saari, usai pertandingan.(YON)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *