PELARIAN SHAREN, PRIA MENGENDARAI MIO TELAH MENUNGGU DI DEPAN LAPAS

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Terdakwa bandar sabu-sabu, Sharen Patricia alias A Liang melarikan diri saat akan dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (18/9) siang. Sharen diketahui melarikan diri menjelang sidang pembacaan pledoi setelah sepekan sebelumnya, dirinya dituntut oleh JPU dengan hukuman 13 tahun penjara.

“Waktu itu kami berada di depan Lapas Anak yang ada di depan Lapas Wanita, sebelum diberangkatkan ke pengadilan. Waktu menunggu beberapa menit, dia langsung lari. Sudah ada laki-laki mengendarai sepeda motor Yamaha Mio yang menunggunya di depan lapas saat itu,” jelas seorang tahanan wanita yang tak mau disebutkan namanya di sel tahanan sementara PN Medan.

Dari pengakuan wanita berambut panjang ini, menyebutkan setelah mencapai sepeda motor yang menunggu, Sharen langsung melompat naik dan keduanya melarikan diri. “Mereka sempat dikejar oleh pengawal tahanan tetapi tidak dapat,” ujarnya.

Wanita ini juga membantah, bahwa Sharen melarikan diri ketika mobil tahanan melaju di jalan “Tidak benar itu. Yang benar kami sedang menunggu di lapas anak dan dia ada dijemput oleh laki-laki mengendarai Mio. Itu yang benar,” ujarnya dari balik jeruji besi.

Terpisah, Kasubag Bagian Humas dan Lapangan Kemenkumham Sumut Hasran Sapawi mengakui bahwa memang ada tahanan kabur. Namun Hasran membantah bahwa Sharen kabur saat berada di lapas, melainkan melarikan diri saat di jalan.

Ditanya lebih lanjut, Hasran mengatakan baru akan memberikan steatmen resmi pada Rabu, 19 September 2012. “Tadi saya baru konfirmasi ke Kadivpas Pak Amran Silalahi, dan mengatakan besok akan dibahas. Saya janji akan menghubungi teman-teman secepatnya terkait kejadian ini,” ujarnya.

“Kalau pakai logika simpel tentu ini bukan tanjungjawab kami. Dia itu sudah berada di luar lapas jadi itu tanggung jawab waltah atau kepolisian. Tetapi besok akan kami paparkan sejelas-jelasnya,” ujarnya saat disinggung prihal pengakuan salah seorang tahanan wanita di PN Medan yang menjelaskan kronologis pelarian Sharen kepada Tribun.

Seperti diketahui, Sharen didakwa sebagai pemasok sabu-sabu kepada pacarnya,  Jimmy Angkasa, dan ayah sang pacar, Gunawan alias A Cai. Ayah dan anak ini sudah  dituntut dengan hukuman masing-masing 7 tahun penjara. Sementara Sharen selaku gembong atau bandar Sabu-sabu dituntut oleh jaksa 13 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR br Tarigan saat itu menyatakan Sharen, A Cai dan Jimmy telah melanggar  Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sharen dalam berkas acara pemeriksaan ditangkap di Jalan Sekip, Medan, setelah polisi menangkap A Cai dan anaknya Jimmy di Perumahan Marco, Jalan Medan-Binjai, Senin (13/2).

Ketika itu, petugas yang menyamar, Sulaiman Efendi dan Mangatur Sidabutar, berpura-pura akan membeli sabu-sabu kepada A An (DPO). Mereka menyepakati harga Rp 900 ribu per gram. A An kemudian membawa keduanya menemui A Cai. Tak lama berselang Jimmy, yang merupakan anak A Cai,  juga menemui mereka dan menyerahkan 42,65 gram sabu-sabu. Saat itulah bapak dan anak itu diringkus, sedangkan A An berhasil melarikan diri.

Saat diperiksa petugas, Jimmy mengaku mendapatkan sabu-sabu dari pacarnya Sharen Patricia alias A Liang. Sharen kemudian ditangkap dan mengakui sabu-sabu itu memang dari dia. Perempuan ini mengaku mendapatkannya dari Hendy (DPO).

Sementara itu, Kajari Medan Bambang Riawan Pribadi, saat hendak dikonfirmasi prihal kasus kaburnya Shiren, tak bersedia mengangkat selulernya. Berkali-kali Tribun berusaha menelepon nomor yang bersangkutan tetap tidak diangkat.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *