PEDAGANG BUKU DI LAPANGAN MERDEKA TOLAK DIRELOKASI

MEDAN–MICOM: Pedagang buku yang sudah lama menggelar dagangan mereka di Lapangan Merdeka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka meminta dukungan kepada masyarakat khususnya kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi-organisasi pemuda/ mahasiswa agar tidak dipindahkan ke Mandala.

Lapangan Merdeka sudah dikenal masyarakat Medan maupun para wisatawan sebagai pusat mencari buku murah dan menjadi salah satu ikon Kota Medan sejak 1960 yang kemudian disahkan oleh matan Wali Kota Medan Abdilah pada 2003. Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka Max Simangungsong, Selasa (18/9).

Eks Wali Kota Medan Abdillah memindahkan mereka ke sisi Lapangan Merdeka demi kesejahteraan pedagang. Mereka juga mengaku sudah nyaman di lokasi tersebut.

“Namun kali ini, Rahudman Harahap (Wali Kota Medan) ingin kami pindah ke Mandala karena sudah melakukan kesepakatan dengan PT KAI yang akan menjadikan lahan tersebut menjadi lahan parkir City Check In yang proyeknya menghabiskan dana sebesar Rp18 miliar. Karenanya, dengan ini kami tegas menolaknya,” katanya.

Alasan Pemko Medan memindahkan karena pembangunan terminal City Check In adalah program nasional. Namun, Max menyayangkan kenapa program nasional tersebut terkesan tidak memiliki kajian dan kesiapan.

“Alasannya program nasional, apakah pendidikan bukan program nasional? Kami hadir untuk membantu menyediakan buku murah yang mungkin tidak dapat dibeli pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum,” pungkasnya. (RM/OL-12)
sumber: mediaindonesia

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *