HUJAN BUATAN TERHAMBAT BADAI TROPIS SAMBA

JAMBI, KOMPAS.com — Upaya hujan buatan di Jambi selama 12 hari terakhir terhambat fenomena tropical cyclone (badai tropis) Samba di wilayah utara Filipina. Kondisi itu mengakibatkan peluang hujan menipis karena ketidaktersediaan awan cumulus di atas langit Jambi.

Koordinator Tim Modifikasi Cuaca (TMC) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Provinsi Jambi, Djazim Syaifullah, Selasa (18/9/2012), mengatakan, 11,3 ton garam telah disemai di wilayah timur hingga barat Jambi dalam 12 kali penerbangan sejak Jumat pekan lalu.

Akan tetapi, hujan tidak kunjung turun semenjak hujan terakhir pada Sabtu dan Minggu (9/9/2012) lalu.

Menurut Djazim, timnya memang kesulitan mendapatkan awan cumulus untuk menstimulasi hujan buatan. Sejak Senin hingga siang ini, pihaknya bahkan belum dapat menebar garam sama sekali karena ketiadaan awan cumulus di atas langit Jambi.

“Pertumbuhan awan sangat kurang sehingga kami tidak dapat menyemai garam untuk hujan buatan,” tutur Djazim.

Dia menjelaskan, minimnya ketersediaan awan cumulus dipengaruhi tropical cyclone yang menguat di wilayah utara Filipina. Badai tropis yang biasa disebut Samba itu mengurangi peluang pertumbuhan awan di wilayah Jambi.

“Kondisi itu telah berlangsung sejak lima hari lalu. Akibatnya, dalam lima hari terakhir ini peluang hujan tidak ada sama sekali,” tuturnya.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *