AJI ADUKAN DUGAAN PENYUAPAN KADISTANAK KE POLDASU

Tanjung Balai-andalas Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengadukan Kadis Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ir Endang R Lubus beserta stafnya Saut B Napitupulu ke Direskrimsus Polda Sumut.

Demikian dikemukakan Rika Yoes kepada andalas, Senin (17/9). Dikatakan,  apa yang dilakukan Kadistanak Tanjung Balai dan stafnya merupakan tindakan tidak terpuji serta pelecehan terhadap insan pers. “Tindakan seperti ini harus dilaporkan agar ada efek jera,”katanya.

Disebutkan, hal itu merupakan bentuk intimidasi oknum pejabat teras di Tanjung Balai. “Karenanya, langkah yang dilakukan Faisal M Yusuf Nasution, Wartawan Harian Andalas dan kawan-kawan patut diacungi jempol, karena berani melaporkan tindakan oknum pejabat tersebut ke pihak kepolisian dan AJI siap mendampingi,”tegasnya.

Menurut Rika, dugaan penyuapan terjadi pada Selasa (11/9) saat berita dugaan penyimpangan proyek di Distanak pada tahun 2011 dan 2012 mencuat ke permukaan. Endang dan Saut mencoba menghubungi Faisal untuk diajak bertemu.

Namun Faisal menolak, sembari mengatakan sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk bertemu. Selang sejam kemudian masuk telepon dari nomor tidak dikenal, menyatakan ingin bertemu dengan Faisal di Restoran Sari Laut di samping Bank Sumut. Kebetulan Faisal dan rekan-rekannya tengah di restoran tersebut. Akhirnya meminta yang menelpon tersebut datang.

Sesampainya di restoran itu, kedua orang mengaku suruhan Kadistanak Kota Tanjung Balai, langsung memberikan amplop, sambil berkata kasus dugaan penyelewengan di Distanak, agar jangan diberitakan lagi.

Faisal langsung menolak seraya mengatakan, tugas jurnalistik tidak bisa diintervensi siapa pun. Sebab, tugas jurnalistik bersifat independen. Seharusnya kalau tidak mau diberitakan dan jadi sorotan, Kadis harus bekerja demi kepentingan rakyat.

Untuk itu, AJI telah membentuk tim pengacara demi mendampingi korban percobaan penyuapan terhadap Faisal M Yusuf Nasution. “Selasa (hari ini-red), tim pengacara akan ke Tanjung Balai untuk bertemu dengan korban dan wali kota demi mendalami kasus tersebut,”kata Rika. (FN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *