WALIKOTA DIMINTA SELESAIKAN KISRUH SMAN 18

MEDAN – Walikota Medan, Rahudman Harahap diminta untuk bijaksana dalam menghadapi kisruh yang terjadi di SMA Negeri 18 Medan. Konflik yang timbul ini mengganggu konsentrasi para siswa sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan lancar.

“Ini sangat kita sayangkan. Kita tidak setuju dan protes kebijakan Kepsek seperti ini. Apa maksud Kepsek membodohi para siswa. Padahal siswa kelas XII beberapa bulan lagi akan mengikuti UN. Jika nantinya para siswa

tidak lulus UN, Kepsek harus bertanggung jawab segalanya.” tegas anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Yahya Payungan Lubis, hari ini.

Akibat persoalan antara Kepsek dengan guru, siswa-siswi SMA Negeri 18 Medan tidak mendapat pelajaran Matematika. Pendidikan merupakan hal penting dan mendasar bagi generasi muda bangsa Indonesia.

“Nasib murid di SMA Negeri 18 harus diselamatkan. Jangan persoalan dibiarkan berlarut-larut, sehingga banyak korban.” ujar anggota fraksi Demokrat ini.

Walikota diharapkan untuk segera mengevaluasi jabatan Kepsek tersebut. “Walikota harus segera menunjuk Ply sebelum ada pengganti Kepsek yang defenitif,” tuturnya.

Menurut pengakuan salah satu siswa, sejak tahun ajaran baru siswa kelas XII IPA 1 dan IPS 1 hanya mendapat pelajaran Matematika selama 3 kali pertemuan dari guru pengganti. Karena menurut informasi yang diterima,

guru matematika Nurainum Sibuea tidak aktif mengajar lebih dari 3 bulan karena sakit. Sementara Kepsek Yurmaini Siregar tidak mau menggantikan guru tersebut dengan guru yang lain.

Sebelumnya sekitar 30 guru di SMAN 18 tidak sepaham dengan Kepsek karena dinilai arogan setiap mengambil keputusan. Kini masalah ini telah sampai ke meja DPRD Medan dan dimasukkan dalam agenda rapat Komisi B DPRD Medan yang dipimpin oleh Surianda Lubis Senin (10/9) kemarin. Namun belum terlihat adanya penyelesaian secara damai antara Kepsek dengan guru.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *