RATUSAN BLACKBERRY PALSU MASUK MEDAN

137 Unit Diamankan dari Toko di Plaza Millenium

MEDAN-Sedikitnya 137 BlackBerry palsu berbagai tipe dari enam toko di Plaza Millenium Jl Kapten Muslim Medan, disita pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Informasinya, ratusan barang tersebut dipasok dari Jakarta.

Penyitaan BlackBerry palsu tersebut dilakukan pihak Poldasu pada Jumat (14/9) lalu. Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho mengatakan, pihak toko telah menyalahi aturan Undang-undang perlindungan konsumen.

“Barangnya rekondisi. Perangkat yang ada didalamnya barang bekas, namun pihak toko menjual layaknya BlackBerry baru,” ujarnya, Minggu (16/9) petang.
Dikatakan Sadono, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, sebab 5 saksi yang diperiksa mengaku tidak tahu kalau BlackBerry itu adalah barang rekondisi. “Ada 5 saksi seperti karyawan, sales, dan pemilik toko yang kami mintai keterangan. Namun mereka mengaku tidak tahu kalau BlackBerry yang mereka jual adalah HP rekondisi,” sebut Sadono.

Sadono mengatakan pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk memburu keberadaan distributor yang berada di Jakarta. “Jika memang ada kerja sama dengan distributor, pemilik toko bisa dijadikan tersangka juga,” beber Sadono.

Dikatakan Sadono, dari pengakuan pemilik toko yang diperiksa di Poldasu, barang-barang tersebut memang mereka pasarkan. “Begitu barang masuk ke Medan, kemudian pihak toko menjualnya layaknya BlackBerry baru. Kemudian ada juga sales yang mengedarkannya di pasaran,” ungkapnya.

Untuk mengungkap kasus ini, Sadono menegaskan pihaknya akan menelusuri dari atas ke bawah. “Kalau pemasoknya sudah kami tangkap, kasus ini akan mudah diusut. Intinya pengungkapan kasus ini dilakukan dari atas ke bawah,” tukasnya.

Sementara itu, Kasubdit II/Indag Ditreskrimus Poldasu AKBP Edi Fariadi mengatakan, BlackBerry tersebut dijual dengan harga bervariasi. “Harganya bermacam-macam. Ada yang Rp1.600.000, ada yang Rp2juta bahkan ada yang lebih rendah dan lebih tinggi. Harganya seperti BlackBerry baru, padahal bisa dikatakan barang tersebut bangkai BlackBerry yang dibuat kembali seperti baru lengkap dengan segel, kotak, dan nomor PIN-nya,” ujar Edi.

Dijelaskan Edi, dari sejumlah toko yang digeledah di pusat perbelanjaan tersebut, sejumlah toko terindikasi menjual BlackBerry palsu. “Semua toko diperiksa. Cuma dari semua toko tersebut hanya toko Golden 88, Toko Meja, dan beberapa toko lainnya yang terindikasi penjual BlackBerry rekondisi,” jelas Edi.

Menurut Edi, berdasarkan temuan itu tidak tertutup kemungkinan adanya sindikat-sindikat lain yang dengan sengaja mencari keuntungan dari penjualan sejumlah handphone rekondisi dan beberapa produk lainnya di Plaza Millenium. “Ini adalah langkah awal kita untuk mengungkapnya dan saya harap adanya partisipasi dari masyarakat untuk membantu penyelidikan penyidik,” pungkas Edi. (mag-12)
Perbedaan BB Resmi dan Rekondisi

1. Dus

Rekondisi: Sablon dus kasar, dibagian bawah biasanya tidak terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, biasanya disisi kanan tidak ada stiker indentitas handheld.

Resmi: Sablon halus, dibagian terdapat notifikasi hak paten dalam berbagai bahasa, di sisi kanan terdapat stiker indentitas handheld, dus berwarna hitam tidak ada gambar BB hanya ada tulisan Blackberry di bagian atasnya.

2. Logo

Rekondisi: Biasanya logo pada bodi, welcome screen dan Internet Browser tidak sesuai dengan di dus (contoh di BB pada saat welcome screen keluar tulisan T- Mobile tapi dus polos/bukan dus keluaran T-Mobile, di Body BB ada tulisan T-Mobile tapi dus polos/bukan dus keluaran T-Mobile, di Internet browser (selama masih memakai themes standard) berlogo T- Mobile tapi dus polos/bukan dus keluaran T-Mobile).

Resmi: Tidak ada logo pada bodi & welcome screen & Internet Browser, kecuali BB keluaran Indosat dan Axis.

3. Pin & Imei:

Rekondisi : Biasanya PIN nya tidak tetap/dynamic (berubah-ubah), IMEI ketika dicek di numbering plans biasanya tidak sesuai dengan handset.
Resmi : PIN tetap/static, IMEI ketika di cek di numbering plans sesuai dengan device, tetapi untuk beberapa jenis Blackberry ada yg belum tercatat di database numbering plans sehingga akan keluar informasi “This IMEI number might to be correct, but it is impossible to get this confirmed.”
Sumber: forum Djawir.com/sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *