KORUPSI DISHUB MEDAN DIBAHAS TIM BPKP

MEDAN – Terkait kasus dugaan korupsi retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan Kota Medan tahun 2010-2011 senilai Rp24 miliar, tim penyidik Kejati Sumut terus melakukan pengumpulan data dan keterangan selama 6 bulan terakhir.

“Ada beberapa data tambahan yang dikumpulkan selama ini dibahas bersama tim ahli BPKP,” jelas Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, di Medan hari ini.

Data yang telah dikumpulkan, telah diekspos di BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pusat) dan setiap hasilnya dikoordikasikan dengan tim penyidik. Namun Marcos enggan menjelaskan bagaimana hasil ekspos dari tim penyidik tersebut karena Kejatisu sendiri dalam hal ini belum mau terburu-buru untuk menaikkan status dugaan korupsi parkir ini ke tahap penyidikan.

“Kita tidak mau terburu-buru menaikkannya ke penyidikan, karena inikan menyangkut seluruh jalan-jalan di Kota Medan. Makanya kita tetap melakukan pengumpulan data, dengan mengklarifikasi semua jukir-jukir, dan pengelola-pengelolanya. Semua datanya ini kita ajukan ke auditor untuk dilakukan audit Investigasi dulu. Jadi BPKP sekarang prosesnya menelaah semua data-data yang kita berikan,” tambahnya.

Belakangan nama mantan Kadishub Medan, Syarif Armansyah Lubis sempat disebut-sebut sebagai calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi karena beberapa kali sempat dipanggil untuk penyelidikan.

Adanya penyimpangan anggaran dana retribusi parkir ini semakin diperkuat dengan data yang diperoleh dari pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan sebelumnya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *