3 KORBAN PEMBUNUHAN DI NIAS DIEVAKUASI

NIAS – Kepolisian Resor (Polres) Nias, Sumatera Utara (Sumut), mengevakuasi tulang-belulang tiga korban pembunuhan. Lokasi pembuangan mayat para korban berhasil ditemukan setelah tertangkapnya dua pelaku.

Tulang-belulang itu dievakuasi dari jurang yang berada di Dusun Hiliwaoya, Desa Gunungtua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara di Pulau Nias. Sekitar 58 personel dikerahkan untuk proses evakuasi tersebut.

Kasus pembunuhan itu terjadi pada April 2012 lalu. Para korban merupakan warga Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumut yang berada di daratan Pulau Sumatera. Masing-masing Kolimarinus Zega (56), Jimmi Girsang (53) dan Rugun Br Haloho, perempuan berusia 43 tahun.

Bermula ketika ketiganya datang ke Pulau Nias dengan maksud membeli tokek. Mereka mendengar ada tokek yang cukup besar di Nias Utara. Setibanya di Bandara Binaka, Nias, pada 23 April 2012 mereka dijeput dua bersaudara Yusman Telaumbanua alias Ucok alias Jonius alias Doni dan Aris Telaumbanua alias Ama Gamawa.

Ketiga korban ikut menuju lokasi dengan menumpang tiga sepeda motor yang dikemudikan tiga tersangka lainnya. Sesampainya di Desa Gunungtua, ada satu tersangka lain yang sudah menunggu. Begitu sepeda motor dihentikan, ketiga korban kemudian dianiaya para pelaku dengan senjata tajam dan juga kayu.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nias, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyebutkan, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, setelah dipastikan tidak bernyawa lagi, ketiga korban yang dalam kondisi berlumuran darah di tanah, kemudian diangkat para tersangka dan dibuang ke jurang yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pembantaian.

“Para tersangka kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban dan sejumlah uang, kemudian kembali ke rumahnya masing-masing,” tukas Mardiaz, hari ini.

Beberapa hari kemudian, keluarga para korban melaporkan hilangnya 3 kerabat mereka. Penyelidikan polisi mengarah kepada kedua tersangka, namun keduanya sudah menghilang. Hingga kemudian diketahui berada di Riau. Bekerja sama dengan polisi setempat petugas akhirnya berhasil menciduk tersangka Yusman dan Aris Telaumbanua pada Rabu (12/9) di Desa Air Hitam, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Seterusnya mereka diboyong ke Nias.

Hasil penyidikan, tersangka mengaku melakukan pembunuhan tersebut dan kemudian menyebutkan lokasi pembuangan mayatnya. Di lokasi tersebut polisi menemukan tulang-belulang yang diduga berasal dari tubuh para korban. Tulang-belulang itu tidak utuh, karena sebagian diduga hanyut dibawa arus sungai. Selain itu ditemukan juga barang-barang milik korban, antara lain jam tangan.

Setelah penemuan tulang-belulang para korban ini, polisi terus mengembangkan penyelidikan. Kapolres Marzias menyatakan pihaknya tengah mencari para tersangka lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *