TERPERANGKAP RAZIA WARGA BIREUEN BAKAR SEPEDA MOTOR

Bireuen-andalas Anas Muhammad Hasan (35) warga Gampoeng Geudong-Geudong Kecamatan Kota Juang Bireuen membakar Sepeda Motor (Sepmor) miliknya, setelah terperangkap razia Polantas Polres Bireuen di kawasan Jalan Raya Medan–Aceh Desa Cotgapu Bireuen, Kamis (13/9) lalu.

Menurut informasi dari berbagai sumber di TKP, Anas dari arah Peusangan (Timur) menuju pulang ke Bireuen dan setibanya di depan Pos Lantas yang tengah melakukan razia rutin ia disetop polisi ia langsung memarkir kendaraannya di dekat Pos Polntas.

Lalu petugas menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan, namun Anas tidak dapat menunjukkan STNK, SIM dan iapun tidak memakai helm bahkan kaca spionpun tak ada. Lalu pihak kepolisian meminta ia meninggalkan kendaraan dan nantinya setelah adanya kelengkapan baru boleh diambil.

Anas tidak mau meninggalkan sepeda motornya, dan terjadi perbincangan diri Anas dengan petugas. Entah bagaimana, lalu Anas mendorong sepeda motornya ke tengah jalan lalu diambilnya kain lap, sekaligus membuka selang bahan bakar dan jacketnya dan membakar kendaraan miliknya.

Atas kejadian itu terpaksa arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain, sebab api membara atas perlakuan Anas. Sehingga ia diamankan pihak kepolisian ke Mapores Bireuen.

Dengan maraknya kobaran api warga Cotgapu sekitarnya, memperoleh tontonan gratis. Namun, tak lama kemudian datang armada milik Pemkab Bireuen lalu memadamkan api yang membakar sepeda motor milik Anas.

Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono melalui Kepala Satlantas AKP Thomas Nurwanto kepada pers menyebutkan, insiden itu terjadi secara spontanitas ketika anggotanya meminta sepeda motor itu diamankan karena pengemudinya tidak dapat menunjukkan surat–surat kelengkapan kendaraan.

Disebutkan, sepeda motor itu dibakar pemiliknya dan kejadian spontanitas dan pihaknya tidak menyangka, dan tidak mampu mencegahnya karena apipun terus membara dan hal itu terjadi tidak diduga.

Sementara itu Anas yang ditanyai wartawan kenapa ia tega membakar sepeda motornya, ia menyebutkan ia tidak menyesal telah membakar sepmornya saat terjebak razia polisi lalu lintas.

“Saya tidak pernah menyesal, dan saya tidak stress, saya bakar dengan pikiran tenang dan normal dan tidak kalut. Namun, saya sudah minta bantuan agar sepeda motor jangan ditahan, tetapi tidak didengarkan. Malah mereka menganggap saya mempermainkan mereka,” sebut Anas.

Menurut Anas, dia berangkat dari Bugak, Kecamatan Jangka menuju Bireuen untuk mencari uang pinjaman kepada temannya. Karena sangat membutuhkan untuk keperluan biaya kebutuhan bayinya yang baru dilahirkan.

Dan setibanya di kawasan Cotgapu naas baginya, kendaraan yang dikendarainya bannya bocor dan didorongnya hingga melintas pos polisi lalulintas, lalu diberhentikan oleh polisi.

Seorang polisi minta kepadanya untuk menunjukkan Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

”Saya mengatakan tinggal di rumah dan kalau SIM memang tidak punya,” ungkapnya seraya menyebutkan, dirinya memang tidak memakai helm karena buru-buru dan sudah minta maaf kepada pihak polisi. Namun, mereka tidak mendengarnya dan meminta kepadanya untuk meninggalkan kendaraan di Pos. (HERA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *