POLSEK MEDANG DERAS GEREBEK GUDANG PUPUK

Kisaran, (Analisa). Polsek Medang Deras, Polres Asahan menggerebek gudang yang dijadikan sebagai lokasi repacking atau penukaran karung pupuk urea bersubsidi menjadi non subsidi di Jalan Acces Road Dusun III Desa Pakam Raya Selatan, Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara, Rabu (I2/9).
Dari penggerebekan itu, petugas kepolisian dipimpin Kapolsek Medang Deras AKP Marolop H Sirait tidak menemukan aktifitas pekerja di gudang dengan merek UD Mitra Tani, milik seorang pengusaha berinisial JB, tetapi ditemukan 400 zak pupuk urea non subsidi, 71 zak pupuk urea yang jahitannya telah dibuka, dua kotak besar bycliane dan sebelas botol bycliane, empat tungkul benang putih yang belum dipakai, tiga tungkul benang putih yang telah dipakai, empat pisau lipat dan 179 lembar goni pupuk urea kosong bekas pakai.

“Kami ada mendapat informasi mengenai aktifitas itu, langsung ditindaklanjuti,” ungkap Kapolsek AKP MH Sirait di Mapolres Asahan, Kamis (I3/9). Wakapolres Asahan Kompol Budiman Bostang Panjaitan SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Fahrijal SIK, mengatakan, kuat dugaan di gudang itu terjadi aktifitas penggantian karung pupuk urea bersubsidi menjadi non subsidi atau dikenal dengan istilah repacking. “Kuat dugaan di gudang itu terjadi aktifitas ‘pergantian baju’ dari subsidi kepada non subsidi,” ungkap Wakapolres sembari menegaskan tindakan adalah kejahatan.

Kasat Reskrim menimpali, perbedaan antara pupuk non subsidi dan bersubsidi secara kasat mata atau secara fisik dapat dibedakan. Pupuk bersubsidi warnanya putih, sedang bersubsidi merah jambu. “Lihat karung ini, tertulis non subsidi tapi isinya pupuk urea merah jambu, seharusnya putih,” ungkap Kasat yang menunjukkan perbedaan secara fisik pupuk itu.

Pemutih

Ditemukannya, puluhan botol pemutih atau bycliane, pembersih itu dijadikan untuk membersihkan warna merah jambu menjadi putih, seolah-olah pupuk itu memang merupakan pupuk non bersubsidi. “Kuat dugaan pemutih ini dijadikan sebagai alat pembersih, agar warna kemerahan jambuan bisa putih dan dijual kepasaran dengan harga non subsidi,” ungkap Fahrijal. Untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya melalui Unit Ekonomi akan melakukan proses penyidikan dengan memanggil pemilik gudang atau UD Mitra Tani untuk dimintai keterangannya.

“Bila terpenuhi unsurnya akan ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Fahrijal sembari mengatakan, demikian pula karung goni itu juga menjadi bukti yang kuat telah terjadi repacking terhadap pupuk bersubsidi menjadi non subsidi. Untuk kasus ini, pihaknya akan menggunakan Undang-Undang Darurat No 7 tahun I995 tentang Pengusutan, penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi , Kepmendagri/6/20II tentang penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian dan juga Undang Undang Budidaya Tanaman.

“Di dalam peraturan itu, jelas dinyatakan, dan memiliki sanksi pidana, mulai dari enam tahun, lima tahun dan empat tahun,” tegas Kasat sembari mengatakan pihaknya masih mencari pemilik gudang untuk dimintai keterangan.(aln)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *