POLDASU HARUS JELASKAN STATUS ADELIN LIS

Medan-andalas Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, mesti menjelaskan kepada umat Islam, status Adelin Lis yang sejak dulu masuk dalam buron alias DPO (Daftar Pencarian Orang). Pasalnya, Adelin Lis merupakan orang yang paling bertanggung jawab terhadap penghancuran dua masjid di Kota Medan, yakni  Masjid Raudhatul Islam dan Al-Khairiyah.

“Bila terkait soal terorisme, polisi cepat sekali menangkapnya. Tapi mengapa Adelin Lis yang nyata-nyata telah merugikan negara dalam kasus illegal logging, money loundring serta pencaplokan tanah negara milik pemerintah, hingga kini masih lenggang kangkung di kawasan ini,” kata Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan Rafdinal MAP didampingi Ketua Majelis Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Drs Anwar Bakti, Amiruddin BPM, Avvan al-Quddus dan kader-kader Muhammadiyah lainnya di Medan, Selasa (13/9).

“Pihak kepolisian dengan segenap fasilitas negara yang diberikan kepadanya mestinya dengan mudah dapat menangkap Adelin Lis,” tegas Rafdinal.

Sementara itu, Anwar Bakti menambahkan, Masjid Raudhatul Islam dan Al-Khairiyah serta madrasah Islam yang dihancurkan Adelin Lis itu karena membangun perumahan di sekitar Hotel Emerald Garden itu, PT Jatimasindo, salah satu grup Adelin Lis.

“Harusnya polisi dapat mengungkap keterkaitan antara manajemen hotel Emerald dan pengembang perumahan itu. Kalau misalnya Adelin Lis masih menjadi pemilik Emerald Garden dan perumahan itu, mestinya keuntungan yang dihasilkan juga diberikan manajemen perusahaan kepada dia. Otomatis, mereka semua anak buah Adelin Lis sudah tahu keberadaan Adelin Lis. Lalu mengapa pihak kepolisian begitu sulit untuk menemukan Adelin Lis? Ini ada apa?” tambah Anwar.

Pihak kepolisian dan kejaksaan mestinya juga dapat mendata seluruh perusahaan yang dimiliki oleh Adelin Lis terutama yang bermasalah dan masih beroperasi di daerah Sumatera Utara. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penyidikan keberadaan Adelin Lis. “Negara telah dirugikan oleh Adelin Lis karena itu semua aset Adelin Lis mesti diumumkan kepada publik dan mestinya harus dibekukan untuk kepentingan negara,” katanya.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan yang akan memanggil pengusaha Benny Basri, terkait penghancuran Masjid at-Thoyyibah di jalan Multatuli. “Kita akan terus mengawal dan pemanggilan itu jangan terlalu lama agar tidak terjadi fitnah kembali ke MUI Medan,” desak Anwar. Seperti diketahui, sebagaimana pernyataan ketua MUI Medan, bahwa MUI medan  tidak pernah mengeluarkan fatwa yang berisi penghancuran mesjid.

Namun anehnya pihak Benny Basri ketika putusan pengadilan belum keluar soal status mesjid itu, ternyata sudah menghancurkan mesjid dan mendirikan aset properti di kawasan Multatuli tersebut. “Kami memandang itu adalah salah satu langkah penipuan publik,” tegas Anwar.

Bila ini tidak dilakukan oleh pihak yang berwenang tentunya akan tetap mengundang potensi konflik di masyarakat. “Muhammadiyah akan terus melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan kapitalis yang merugikan umat Islam dan masyarakat pada umumnya,” pungkas Rafdinal, sembari menambahkan Muhammadiyah terus melakukan langkah-langkah serius untuk kepentingan umat Islam. (HAM)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *