OBJEK WISATA MILIARAN RUPIAH DI SIBOLGA TELANTAR

Sibolga-andalas Pemko Sibolga melalui instansi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) termasuk Dinas Kebersihan, Penataan Ruang dan Pertamanan (KPRP) setempat, dituding tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya.

Terbukti dengan tidak adanya perhatian terhadap objek wisata Pantai Ujung Sibolga di Kelurahan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Semua fasilitas yang telah terbangun di sana tidak pernah dioperasikan sejak selesai dibangun.

Padahal tempat tersebut juga pernah menjadi lokasi shooting acara Sibolang di salah satu stasiun televisi swasta.

Pantauan andalas, sejak tiga tahun lalu di areal itu telah berdiri sebuah bangunan restoran bernilai ratusan juta rupiah yang dilanjutkan pembangunan taman bermain bernilai Rp 2 M lebih bersumber dari APBD Sumut, melalui Dinas Tarukim Pemprovsu. Bangunan berbentuk restoran tersebut telah hancur karena tidak dipelihara.

Ketua LSM Sekoci Indonesia Bersatu Sibolga dan Tapanuli Tengah, Domenius Hasibuan sangat menyayangkan terjadinya kerusakan diakibatkan kurangnya perhatian dari intansi terkait, yang tidak mampu merawat serta memelihara kawasan tersebut sesuai dengan konsep pembangunan.

“Ada apa dengan Pemko Sibolga dan Pemprovsu, kenapa kawasan itu ditelantarkan, sehingga merugikan keuangan negara dan mengancam masyarakat yang berkunjung ke daerah wisata tersebut,”ujar Domenius, Jumat (14/9), terkait kerusakan bangunan yang sudah terjadi di kawasan wisata pantai ujung Sibolga tersebut.

Domenius menyebutkan, Disbudparpor Kota Sibolga lamban dan tidak jemput bola mendesak pemakaian objek wisata itu. Demikian juga dengan dinas terkait lainnya seperti Dinas KPRP Pemko Sibolga tidak mengambil langkah antisipasipatif untuk mengatasi kerusakan gedung restoran dan dinding penahan ombak tersebut.

Kepala Lingkungan Kota Beringin, Kecamatan Sibolga Kota, Swito, yang ditemui andalas di kawasan pantai Ujung Sibolga, juga turut prihatin atas kerusakan yang terjadi atas bangunan restoran dan tembok penahan ombak tersebut.

“Kalau saya tidak salah, tembok penahan ombak dan bangunan restoran itu rusak sekitar setahun lalu, berawal dari jebolnya dinding penahan akibat abrasi ombak,” katanya. (MP/ RES)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *