MENINGKAT, KASUS RUMAH TANGGA DI LUBUK PAKAM

Lubuk Pakam-andalas Pembangunan gedung baru Pengadilan Agama (PA) Lubuk Pakam Kelas I B dimulai, ditandai dengan peletakan batu pertama secara bersama oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumut, Drs H Soufyan M Saleh SH MH, Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan, Ketua Pengadilan Agama Lubuk Pakam Drs H Suyadi, Hakim Tinggi Pengawas beserta Muspida Deli Serdang, di Kompleks perkantoran Pemkab Deli Serdang, Lubuk Pakam, kemarin.

Ketua Pengadilan Agama Lubuk Pakam Drs H Suyadi menjelaskan, pembangunan gedung baru ini berdasarkan ketentuan prototif Mahkamah Agung, untuk tipe IB dengan lantai dua seragam di seluruh Indonesia, secara bertahap dibangun satu lantai dan direncanakan pada tahun 2013 sudah dapat ditempati.

Sesuai prototif MA, gedung ini akan dibangun dua lantai, untuk tahap pertama baru satu lantai dengan dana Rp 1,2 M. Dilanjutkan ke tahap kedua yang keseluruhan menelan biaya Rp 2,8 M. Dengan akan ditempatinya gedung baru nanti akan membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

Pasalnya, kasus rumah tangga setiap tahunnya terus meningkat untuk tahun 2012-2013 saja mencapai 1.200 kasus, tentu setiap harinya banyak menampung pengunjung termasuk pendamping pencari keadilan yang selalu turut memantau.

“Kita patut bersyukur dan terima kasih kepada Pemkab Deli Serdang. Sebab, menurut ketentuan prototif MA, lokasi Kantor PA di Lubuk Pakam sudah memenuhi syarat yang memang tidak jauh dari jalan protokol, bahkan berada di kompleks perkantoran Pemkab DS mudah dijangkau,”kata Suyadi.

Sementara, Bupati Amri Tambunan mengatakan, dengan peletakan batu pertama ini kita jadikan sebagai tonggak baru bagi peningkatan kualitas pelayanan lebih baik. Bahkan menjadi simbol kekompakan kita dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang terus berkembang saling isi-mengisi di berbagai bidang, terlebih lebih upaya mengendalikan dan menurunkan angka kasus rumah tangga khususnya perceraian di daerah ini.

Sementara, Soufyan M Saleh mengatakan, gedung PA Tipe IB ini untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi pencari keadilan, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan hukum, perpustakaan, bahkan tempat bermain anak-anak.

Kita sangat prihatin dengan peningkatan kasus rumah tangga khususnya perceraian yang terus meningkat, sangat berdampak pada anak-anak generasi ke depan karena sudah dipastikan hilangnya hak azasi, termasuk menimbulkan kebodohan dan keterbelakangan.

“Bahkan, ini salah satu menjadikan sumber kejahatan, karenanya permasalahan ini menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama untuk mengendalikannya,”kata bupati.(TH)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *