INFRASTRUKTUR BERBASIS PERTANIAN SANGAT DIBUTUHKAN

Kabanjahe-andalas Pembangunan infrastruktur jalan antar pedesaan dan kecamatan sangat dibutuhkan untuk menunjang laju perekonomian masyarakat petani. Untuk itu, perlu diperkuat kerjasama yang sinergis antar sector melibatkan lintas instansi.

Ketidakberdayaan masyarakat pedesaan salah satunya akibat belum optimalnya sarana infrastruktur jalan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat desa di masa lalu, yaitu kebijakan yang melupakan sektor pertanian sebagai dasar keunggulan komparatif maupun kompetitif.

Sesungguhnya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat pedesaan itu sendiri, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi daerah ini secara umum berdasarkan kepada keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki.

Demikian dikatakan Camat Barusjahe, Carilus Barus kepada andalas, Jumat (14/9) di ruang kerjanya, Barusjahe. Disebutkan, pembangunan di Kecamatan Barusjahe yang terdiri dari 19 desa, sangat ditentukan potensi dimiliki, maka kebijaksanaan atau titik berat pembangunan yang dibuat pemerintah daerah mengacu kepada potensi daerah yang berpeluang untuk dikembangkan.

Khususnya sektor pertanian. Pada umumnya setiap kecamatan di Kabupaten Karo memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, terang Carilus Barus.

Untuk itu, sambung Carilus, infrastruktur berbasis pertanian, seperti jalan dan irigasi mutlak diprioritaskan memacu pertumbuhan pendapatan ekonomi warga pedesaan. Selaku perpanjangan tangan Pemkab Karo di kecamatan.

“Saya selaku Camat Barusjahe, merasa tertantang merealisasikan berbagai program percepatan pembangunan, mengingat Bupati Karo sangat respek dan selalu menekankan pentingnya program berbais kepentingan rakyat, ungkapnya.

Berbagai masukan dari elemen seperti melalui Musyawarah Rencana Pembangunan masyarakat di Kecamatan Barusjahe menjadi spirit formulasi guna mendukung percepatan pencapaian visi misi pemerintah Kabupaten Karo. Seperti, usulan perbaikan jalan Tiga Jumpa –Tengkidik sepanjang 1, 5 km, perbaikan jalan Barusjahe – desa Kabung sepanjang 1,7 km, Simpang Kabung-Tengkidik 5 km, Simpang Semangat – Rumamis 2,5 km. Demikian juga usulan pembangunan jalan pertanian (lahan tidur produktif) di desa Pertumbuken, Rumamis, Paribun dan Kabung, jelasnya.

Tidak kalah pentingnya, penataan objek wisata di Desa Sukanalu, seperti Mariam Puntung, rumah adat Karo “Siwaluh Jabu” di desa Kabung dan Suka Julu yang terkesan tidak terawat. Demikian pula potensi “Deleng Reci” yang sangat berprospek dikembangkan sebagai daerah objek wisata alam dengan daya tarik “Gua dua tingkat dan 7 kamar” . Gua tersebut berdiri secara alamiah, sehingga sangat menarik bagi penikmat wisata alam.

“Mudah-mudahan di APBD Tahun Anggaran 2013 bisa ditampung mengingat pentingnya pembangunan fisik tersebut yang sangat dibutuhkan masyarakat Kecamatan Barusjahe,” harap pamong yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.

Menyinggung soal ancaman penyakit mematikan HIV/AIDS yang akhir-akhir ini cenderung meningkat di Kabupaten Karo, Camat Barusjahe mengaku, bahwa di kecamatannya juga ada penyakit yang sangat meresahkan tersebut. Namun demikian membutuhkan kerja keras semua pihak memutus mata rantainya, termasuk pentingnya kesadaran masyarakat itu sendiri.

Jadi banyak “PR” pemerintah yang harus didukung segenap elemen masyarakat. “Tanpa didukung masyarakat, mustahil pemerintah kecamatan bersama instansi terkait berhasil memutus mata rantai penyebarannya,” tegasnya. (RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *